Banjarbaru – Gelaran Bahantup Kuntau di Expo Kalsel menjadi salah satu ajang yang ditunggu dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-75, Kamis (14/8/2025).
Pertandingan ini memperlihatkan perpaduan seni tradisi dan olahraga bela diri khas Banjar, Kuntau.
M. Khairanul Refendi, selaku Wakil Ketua I Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), menjelaskan Bahantup Kuntau merupakan gebrakan baru agar Kuntau tidak hanya dipandang sebagai seni gerak semata, tetapi juga sebagai cabang olahraga pertarungan.
“Dengan Bahantup Kuntau ini, Kuntau bisa naik kelas. Tradisi tetap dijaga dengan adanya ritual mambunga sebelum bertanding, namun pertarungan murni tetap jadi inti lomba,” tuturnya.
Bahantup sendiri dalam bahasa Banjar berarti bertarung. Setiap istilah yang digunakan dalam pertandingan tetap mempertahankan bahasa Banjar, seperti menyuntul (memukul), meninjak (menendang), dan merabahkan (menjatuhkan).
Ketua OTKB Kalimantan Selatan, H. Muhammad Supriyadi, S.T., S.H., MM., menyebutkan bahwa Kuntau masuk dalam tiga cabang olahraga tradisional yang diperlombakan tahun ini, selain Balogo dan Begasing.
“Kita ingin Kuntau tidak hanya lestari, tapi juga bisa berkompetisi sampai ke tingkat nasional. Ini bagian dari target kita untuk menembus tiga besar di ajang Fornas IX Palu nanti,” ucap Supriyadi.
Ajang Bahantup Kuntau kali ini diikuti peserta dari hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel, dengan hadiah pembinaan yang diberikan langsung melalui Bank Kalsel.
Bahantup Kuntau sebelumnya sudah dieksibisikan di Pornas VIII NTB, dan akan resmi dipertandingkan secara nasional dua tahun mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak, Kuntau diharapkan mampu menjadi identitas olahraga tradisional Banua yang diperhitungkan di kancah nasional.

