Banjir Rendam 34 Ribu Rumah di Kabupaten Banjar, Sekda Kalsel: Bendungan Riam Kiwa Solusi Vital
HABARKALIMANTAN – MARTAPURA – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Banjar pada awal tahun 2026. Hingga Senin (12/1/2026), dampak banjir meluas secara signifikan, memaksa pemerintah daerah kembali menekankan pentingnya percepatan infrastruktur pengendali air.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar per 12 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, banjir telah merendam 9 kecamatan yang mencakup 118 desa dan kelurahan.
Dampaknya dirasakan oleh puluhan ribu warga. Tercatat sebanyak 34.218 rumah terdampak, dengan 8.721 di antaranya dinyatakan terendam air. Kondisi ini memengaruhi 47.910 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 140.038 jiwa yang aktivitas hariannya kini terganggu akibat genangan.
Menanggapi situasi yang terus berulang ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, menegaskan urgensi percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Hal tersebut ia sampaikan di sela kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, di BBPPKS, Banjarbaru.

Syarifuddin menilai, infrastruktur ini merupakan solusi vital bagi penanganan bencana di Banua. Keberadaan Bendungan Riam Kiwa memegang peranan kunci dalam sistem pengendalian air, khususnya untuk melindungi kawasan perkotaan dari ancaman rutin banjir.
”Dengan kedatangan Menteri PU, kita berharap progres Riam Kiwa bisa terlihat lebih cepat, sehingga dapat membantu mengatasi banjir hingga 70 persen,” ungkap Syarifuddin, Senin (12/1/2026).
Terkait linimasa pembangunan, Sekda menargetkan proyek strategis ini rampung sepenuhnya pada tahun 2027. Ia memastikan tahapan pengerjaan saat ini terus bergulir dan menunjukkan tren positif, meski rincian teknis berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai.
”Insyaallah dua tahun ke depan sudah selesai. Kondisinya sekarang sudah mulai berjalan dan mudah-mudahan ke depan semakin baik,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menaruh harapan besar agar proyek ini segera tuntas. Penyelesaian Riam Kiwa diharapkan memberikan dampak nyata dan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Banjar dan sekitarnya dari ancaman banjir di masa mendatang.


