Banjir Rendam Sungai Tabuk, Puskesmas 1 Kerahkan Tim Gerak Cepat (TGC) Jemput Bola
HABARKALIMANTAN – SUNGAI TABUK – Banjir yang melanda Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, selama kurang lebih satu pekan terakhir berdampak signifikan pada aktivitas dan kesehatan masyarakat. Merespons sulitnya akses warga menuju fasilitas kesehatan, Puskesmas Sungai Tabuk 1 mengerahkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk memberikan pelayanan medis langsung ke desa-desa terdampak.
Kepala Puskesmas Sungai Tabuk 1, Mustika, menjelaskan bahwa dari total 12 desa di wilayah kerjanya, hampir seluruhnya terendam air. Hanya satu desa yang dilaporkan belum terdampak banjir.
”Sejak awal banjir, kami langsung membentuk dan memgerahkan TIM TGC. Langkah ini diambil karena dalam kondisi banjir, masyarakat kesulitan mengakses pelayanan ke gedung Puskesmas. Jadi, tim turun untuk ‘jemput bola’ ke lapangan,” ujar Mustika menjelaskan.
Mustika memaparkan, setiap harinya terdapat dua tim yang diterjunkan ke lokasi berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, penyakit yang menjadi keluhan paling mendominasi atau Kasus tertinggi adalah penyakit Tinea Pedis atau kutu air, diikuti dengan gatal-gatal, serta adanya sedikit peningkatan pada kasus diare.
Selain penyakit kulit, tim medis juga mencatat adanya kenaikan tren penyakit tidak menular. “Saat pelayanan di Poskesdes Keramat, tercatat ada peningkatan kasus hipertensi,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, tim TGC tidak hanya fokus pada pengobatan kuratif dengan memberikan obat-obatan gratis seperti salep, obat hipertensi, vitamin dan obat2 lainya. Tim juga melakukan langkah preventif melalui kegiatan surveilans untuk mengawasi potensi wabah penyakit menular. Selain itu, pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit untuk balita dan ibu hamil turut dilakukan guna menjaga gizi kelompok rentan.
Mustika mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kesehatan ini, mulai dari Dinas Kesehatan Kab.Banjar, PMI, organisasi mahasiswa, hingga aparat desa. Sinergi ini dinilai krusial. Dalam hal mobilisasi petugas medis. “Aparat desa sangat membantu memfasilitasi transportasi petugas kami ke lokasi yang sulit diakses, baik menggunakan perahu maupun motor Tossa,” jelasnya.
Upaya “jemput bola” yang dilakukan tim kesehatan ini menuai respons positif dari masyarakat. Fadli, salah seorang warga kabupaten Banjar merasa kinerja puskesmas sangat tepat sasaran dan dilanjutkan semasa banjir ini belum selesai.
”Menurut saya ini udah sangat bagus, pihak puskesmas, pihak kesehatan pemerintahan seperti dinas kesehatan dan yang terkait memberikan bantuan ke korban terdampak banjir, apalagi sampai mendatangi tempat terdampak dan memberikan bantuan obat-obatan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Puskesmas Sungai Tabuk 1 membawahi 12 desa yang meliputi Sungai Tabuk Kota, Sungai Tabuk Keramat, Gudang Tengah, Sungai Bangkal, Penjambuan, Tajau Landung, Keliling Benteng ilir, Abumbun Jaya, Lok Buntar, Pematang Panjang, Gudang Hirang, dan Pemakuan. Meski terdampak banjir, fasilitas pelayanan kesehatan induk (Puskesmas Sungai Tabuk 1) tetap melaksanakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, UGD 24 jam, serta layanan persalinan (PONED) 24 jam.

