Banjir Rusak Akses ke SMKN 1 Tapin Selatan, Siswa Terpaksa Putar Jalan Lebih Jauh
HABARKALIMANTAN – RANTAU – Banjir yang melanda wilayah Tapin Selatan berdampak serius terhadap akses pendidikan. Jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan di Jalan Sragen, Desa Sawang, kini rusak parah dan tergenang air, sehingga aktivitas belajar mengajar ikut terganggu.
Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan berlumpur dan berlubang, menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kondisi ini membuat para siswa dan tenaga pendidik kesulitan menuju sekolah, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Akibatnya, para pelajar terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan memutar melalui jalan tembus Tambarangan yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi ini dinilai tidak efektif dan berpotensi mengganggu konsentrasi serta keselamatan siswa.
Menindaklanjuti keluhan warga, Bupati Tapin H. Yamani turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan dan ketinggian air yang menggenangi akses vital tersebut. Ia menegaskan, perbaikan jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
“Anggaran perbaikan sudah kita siapkan untuk tahun 2026. Dari hasil peninjauan, persoalannya bukan hanya jalan rusak, tapi juga kawasan ini memang langganan banjir,” kata Yamani.
Menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah keberadaan jembatan yang menghambat aliran air. Karena itu, penanganan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran dan peninggian jembatan hingga perbaikan badan jalan.
“Jembatan akan kita perbaiki agar aliran air lancar. Setelah itu, baru kita fokus ke perbaikan jalannya,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat mengatasi persoalan banjir sekaligus memulihkan akses pendidikan, sehingga kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Tapin Selatan tidak lagi terganggu, khususnya saat musim hujan.

