Bhayangkari Kalsel Panen Raya Ekoenzim: Dari Limbah Dapur Jadi Produk Bernilai Ekonomi
BANJARBARU – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga ditunjukkan secara nyata oleh Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan. Ketua Bhayangkari Kalsel, Ny. Yennie Rosyanto Yudha, memimpin langsung aksi panen raya ekoenzim serentak yang merupakan hasil dari gerakan lingkungan hidup sejak akhir tahun lalu.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan kelanjutan dari gerakan besar yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat Bhayangkari pada November 2025, yang kala itu berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai peserta ekoenzim terbanyak di seluruh Indonesia.
Dalam keterangannya, Ny. Yennie Rosyanto Yudha menekankan bahwa ekoenzim yang dipanen merupakan buah dari kesabaran dan kepedulian anggota terhadap lingkungan. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini terbuang.
“Ekoenzim yang kita panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjaga kelestarian bumi. Dari limbah dapur dan limbah SPPG, kita olah menjadi sesuatu yang jauh lebih bermanfaat,” ujar Ny. Yennie di sela kegiatan panen.
Lebih jauh, Ny. Yennie berharap gerakan ini tidak berhenti pada tahap panen saja. Ia melihat adanya potensi ekonomi kreatif yang besar dari cairan serbaguna ini untuk membantu perekonomian keluarga anggota Bhayangkari.
Hasil olahan ekoenzim ini diketahui memiliki segudang manfaat, di antaranya:
Produk Kesehatan: Dapat diolah menjadi antiseptik alami.
Pertanian: Digunakan sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan.
Kebersihan: Cairan pembersih serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga.
“Semoga ini bisa menambah income (pendapatan) bagi anggota Bhayangkari. Dengan kreativitas, ekoenzim ini bisa diolah kembali menjadi produk bernilai jual seperti pupuk maupun antiseptik,” tambahnya optimistis.
Melalui aksi ini, Bhayangkari Kalsel mengajak masyarakat untuk mulai melirik pengolahan sampah organik dari rumah sendiri. Panen serentak ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil seperti memilah sampah dapur dapat memberikan dampak besar bagi ekosistem jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.


