Banjarbaru – Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 menjadi ajang refleksi bagi berbagai kalangan. Tak terkecuali Borneo Law Firm, yang menegaskan pentingnya menjadikan hukum sebagai panglima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Founder Borneo Law Firm, Muhammad Mauliddin, menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus dimaknai dengan menjaga persatuan, kedamaian, dan penghormatan terhadap hukum.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan, agar menjadikan hukum sebagai budaya bersama. Persoalan apapun sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan lewat kekerasan atau anarkisme,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia menambahkan, Borneo Law Firm akan terus melakukan edukasi hukum agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
“Kami ingin masyarakat Kalimantan Selatan menjadi teladan dalam menyelesaikan persoalan secara bermartabat sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.
Selain itu, Mauliddin mengingatkan pentingnya mengedepankan musyawarah, menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah, serta mendukung aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Menurutnya, jika hukum benar-benar ditempatkan sebagai panglima, maka tercipta kehidupan sosial yang adil, damai, dan kondusif.
“Melalui semangat kemerdekaan ke-80 ini, kami berharap Kalimantan Selatan semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan hukum benar-benar menjadi pedoman utama,” tutupnya.

