BerandaSosialDari Sampah Jadi Sedekah,...

Dari Sampah Jadi Sedekah, Jamaah Masjid Al Ummah Banjarmasin Kumpulkan Setengah Ton Limbah Terpilah

Terbaru

Banjarmasin – Jamaah Masjid Al Ummah, Komplek Beruntung Jaya, Kota Banjarmasin, menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dengan menggelar program sedekah sampah. Melalui kegiatan ini, sampah rumah tangga yang telah dipilah tidak lagi menjadi masalah, melainkan bernilai ibadah dan keberkahan bagi pengelolaan masjid.

Program yang dimotori oleh pengurus Masjid Al Ummah tersebut telah berjalan sejak 1 Rajab 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 21 Desember 2026. Koordinator Sedekah Sampah Masjid Al Ummah, H. Muhdiansyah, menjelaskan bahwa jamaah secara rutin menyetorkan sampah terpilah setiap hari Minggu, usai pengajian yang dilaksanakan di masjid.

“Jamaah memilih bersedekah karena tidak mengharapkan pendapatan pribadi. Seluruh hasil penjualan sampah diserahkan untuk kas pengelolaan masjid,” ujar Muhdiansyah di sela kegiatan pengangkutan sampah, Minggu (8/2).

Adapun jenis sampah yang disetorkan jamaah cukup beragam, mulai dari kardus, kertas HVS, kertas duplex, kertas buram, buku dan majalah, hingga botol dan gelas plastik kemasan air mineral, kemasan sabun dan sampo, kaleng, serta berbagai jenis logam lainnya.

Menurut Muhdiansyah, gerakan memilah sampah dari sumbernya—khususnya dari rumah tangga—merupakan langkah strategis dalam mengurangi timbulan sampah di Kota Banjarmasin. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang menitikberatkan pengelolaan sampah dari hulu, mengingat sampah rumah tangga menyumbang sekitar 50 hingga 60 persen dari total timbulan sampah nasional.

“Jika setiap rumah tangga memilah sampahnya dan menjadikannya tabungan bank sampah atau sedekah sampah, dampaknya akan sangat signifikan dalam menekan volume sampah,” jelasnya.

Kegiatan sedekah sampah di Masjid Al Ummah ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Fathurrahman. Ia menilai langkah tersebut sebagai praktik nyata pengurangan sampah dari sumbernya.

“Ini praktik sesungguhnya pengelolaan sampah dari hulu. Saya yakin ini bernilai pahala karena ikut menyelamatkan bumi dari tumpukan sampah,” ungkap Fathurrahman saat menyaksikan proses pengangkutan oleh Bank Sampah Induk Baiman Banjarmasin.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Al Ummah, H. Muhammad Rafi’ei Makmun, bersama sejumlah pengurus masjid dan Aisyiyah setempat.

Pada tahap pertama, sampah sedekah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar setengah ton, dengan nilai sedekah sebesar Rp600.000. Muhdiansyah memastikan kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap Minggu usai pengajian Subuh, seiring meningkatnya partisipasi jamaah.

Fathurrahman menambahkan, gerakan pilah sampah di lingkungan masjid tidak semata dinilai dari jumlah atau nilai ekonominya, melainkan dari kepedulian dan komitmen jamaah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini bagian dari komitmen warga Muhammadiyah untuk menyelamatkan semesta,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah masjid di Banjarmasin telah lebih dulu mengembangkan gerakan serupa, di antaranya Masjid Al-Jihad, Masjid Mukhlisin Jalan Manggis, Masjid Istiqomah Kelayan B, Masjid Al-Muhajirin HKSN, dan kini Masjid Al Ummah.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka