Gebrakan Bersejarah! Lapas Karang Intan dan Universitas PGRI Kalimantan Buka Program S1 Bagi Warga Binaan
KARANG INTAN – Sebuah sejarah baru saja terukir di tanah Kalimantan. Tembok jeruji besi kini bukan lagi penghalang bagi seseorang untuk meraih gelar sarjana.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan secara resmi menggandeng Universitas PGRI Kalimantan untuk menghadirkan program perkuliahan Strata Satu (S1) langsung di dalam blok hunian. Momentum epik ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (26/02/2026), yang sekaligus menjadi tonggak transformasi pendidikan di balik jeruji.
Melalui kolaborasi ini, warga binaan kini memiliki akses pendidikan formal yang setara dengan masyarakat luar. Mereka dapat menempuh studi tanpa harus mengganggu proses pembinaan yang sedang berjalan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata komitmen negara dalam memenuhi hak pendidikan setiap warga negara, tanpa terkecuali.
“Program ini bukan sekadar menghadirkan dosen di dalam Lapas, tapi tentang menyalakan lilin harapan. Kami ingin warga binaan memiliki bekal akademik yang kuat, sehingga saat bebas nanti, mereka tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan siap bersaing sebagai pribadi yang produktif,” tegas Yugo.
Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr. Alimuddin A Djawad, M.Hum, mengungkapkan rasa bangganya atas kolaborasi ini. Ia menyebutkan bahwa ini adalah kali pertama institusi pendidikan tinggi di Kalimantan berani melangkah sejauh ini masuk ke dalam Lapas.
“Ini adalah momen bersejarah. Kami bangga menjadi Universitas pertama di Kalimantan yang membawa pendidikan tinggi ke dalam Lapas. Kami percaya pendidikan adalah hak dasar, dan melalui ilmu pengetahuan, kita bisa mengubah stigma negatif menjadi pengakuan atas kualitas dan kompetensi,” ujar Dr. Alimuddin.
Meski dilaksanakan di dalam lingkungan Lapas dengan pengawasan ketat, kualitas pendidikan dipastikan tidak akan berkurang.
Dengan adanya program S1 ini, Lapas Karang Intan tidak hanya sekadar tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga menjelma menjadi “Kampus Kehidupan” yang mencetak sarjana-sarjana baru yang siap berbakti bagi bangsa.


