Tanah Bumbu, – Nasib pilu dialami Enceng (29), penumpang yang tertahan di Pelabuhan ASDP Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam kondisi hamil tua, ia sempat mengalami kelelahan hingga pendarahan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Enceng bersama suaminya merupakan warga Bone, Sulawesi Selatan, yang bekerja di perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Keduanya berniat mudik Lebaran ke kampung halaman dengan menumpang KMP Awu-Awu rute Batulicin–Garongkong, Kabupaten Barru.
Untuk mencapai pelabuhan, pasangan ini menempuh perjalanan dari Kapuas menggunakan jasa travel dengan biaya sekitar Rp2,25 juta.
“Saya dan suami tiba di Pelabuhan ASDP Batulicin pada Jumat (13/3/2026),” ujar Enceng saat ditemui di eks Kantor ASDP Batulicin, Rabu (18/3/2026).
Setibanya di pelabuhan, mereka mencoba membeli tiket resmi, namun dinyatakan habis. Mereka kemudian diarahkan menemui seorang oknum petugas kapal berinisial N-N yang meminta biaya Rp400 ribu per orang dengan janji bisa naik kapal pada jadwal keberangkatan Senin.
Namun setelah menunggu selama dua hari, kondisi Enceng menurun. Ia mengalami kelelahan hingga pendarahan dan harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit terdekat.
Pada Senin dini hari, Enceng bersama ratusan penumpang lainnya sempat dipandu naik ke KMP Awu-Awu. Namun setelah hampir 24 jam berada di atas kapal, petugas KSOP Kotabaru-Batulicin melakukan pemeriksaan.
Enceng mengaku sempat didatangi oknum petugas yang memberikan dua tiket golongan bayi dan meminta mereka bersembunyi dari pemeriksaan. Meski demikian, ia dan suaminya tetap diturunkan karena tidak memiliki tiket resmi.
“Alasannya kami tidak punya tiket resmi,” katanya.
KMP Awu-Awu akhirnya berangkat pada Selasa (17/3/2026) pagi dengan mengangkut 240 penumpang yang memiliki tiket sah. Sementara itu, sebanyak 261 penumpang lainnya masih tertahan dan saat ini ditampung di lima lokasi berbeda sambil menunggu keberangkatan berikutnya yang dijadwalkan pada Kamis mendatang.

