Hangatnya Ramadan di Balik Jeruji, Rutan Marabahan Fasilitasi Buka Puasa Bersama Keluarga
Marabahan — Sekat jeruji besi sejenak terlupakan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan. Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti pertemuan antara Warga Binaan dengan keluarga mereka dalam gelaran buka puasa bersama, Senin (16/3).
Momen yang digelar tepat di bulan suci Ramadan ini menjadi ajang pengobat rindu yang paling dinanti, baik oleh para penghuni rutan maupun petugas yang turut serta menciptakan atmosfer kebersamaan.
Kegiatan dimulai sejak pukul 16.00 WITA dengan prosedur yang tetap mengedepankan keamanan. Setiap pengunjung wajib melewati rangkaian pemeriksaan berlapis, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan barang bawaan, hingga penggeledahan badan. Hal ini dilakukan guna memastikan area rutan tetap steril dari barang-barang terlarang.
Menyadari tingginya antusiasme keluarga yang hadir, panitia memperketat pengawasan di seluruh titik. Petugas yang tergabung dalam tim khusus buka puasa bersama sigap memantau alur layanan agar kegiatan tetap berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Kepala Rutan Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni makan bersama, melainkan bagian dari pendekatan humanis untuk menjaga kesehatan mental para Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi Warga Binaan untuk mempererat hubungan emosional dengan keluarga. Kebersamaan seperti ini adalah motivasi terbesar bagi mereka untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik dan penuh semangat,” tegasnya.
Suasana haru pecah saat waktu berbuka tiba. Salah satu Warga Binaan berinisial BI, mengaku sangat bersyukur bisa merasakan kembali aroma masakan rumah di meja yang sama dengan keluarganya.
“Alhamdulillah, Ramadan kali ini terasa sangat istimewa. Meski di tempat yang berbeda, kami masih bisa merasakan kehangatan yang biasa kami jalani di rumah dulu. Bisa duduk berdampingan dan berbuka dengan mereka sudah lebih dari cukup bagi saya,” ungkap BI dengan mata berkaca-kaca.
Apresiasi juga datang dari pihak keluarga. Ahmad, salah satu pengunjung, menyampaikan terima kasih mendalam kepada pihak Rutan Marabahan atas kesempatan langka ini. Menurutnya, momen tersebut sangat berarti untuk menyuntikkan semangat moril bagi anggota keluarganya yang sedang menjalani masa pembinaan.



