Banjarbaru – Harga daging ayam potong di Pasar Bauntung, Banjarbaru, melonjak sejak akhir bulan lalu. Dari harga Rp 18.000 per kilogram, kini tembus Rp 28.000 ribu per kilogram, Rabu (3/9/2025).
Mama Maulana, salah satu pedagang ayam potong, menjelaskan bahwa kenaikan ini sudah terjadi sejak akhir Agustus.
“Dulu beli dari tengkulak lima belas ribu per kilo, kami jual delapan belas ribu. Sekarang harga beli naik jadi dua puluh lima ribu, otomatis harga jual ke pembeli pun ikut naik jadi dua puluh delapan ribu,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya mengetahui alasan kenaikan harga ini dari saudaranya yang bekerja di peternakan ayam.
“Kata saudara saya, harga pakan naik. Jadi, kalau di peternakan naik, tengkulak ikut naikkan harga. Imbasnya ya ke kami pedagang, mau tidak mau harus ikut naikin juga,” jelasnya.
Ia juga mengaku kondisi ini serba sulit.
“Kalau harga naik, orang jadi jarang beli. Kalau turun, baru rame lagi. Inilah senang sedihnya jualan,” tambahnya.
Kenaikan harga ini turut dirasakan pembeli. Sanah, seorang ibu rumah tangga, mengatakan ia harus mengurangi pembelian.
“Biasanya beli dua kilo, sekarang satu kilo saja biar lebih hemat. Kalau harga ayam terus naik, jelas pengeluaran saya makin berat,” ungkapnya.
Sementara itu, Riduan, seorang pembeli lain, mengaku bingung menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok ini.
“Ayam itu kan makanan sehari-hari, apalagi anak saya ini sukanya ayam, makanan lain dia gak mau. Jadi ya terpaksa tetap beli, tapi dikurangi porsi belanjanya,” katanya.

