Banjarbaru – Manajemen Aeris Hotel Banjarbaru memutuskan membatalkan agenda pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Sebelumnya, Aeris Hotel Banjarbaru sempat mempublikasikan agenda bertajuk “Aeris Starry Night Dinner Eve Celebration” melalui unggahan media sosial pada 20 Desember 2025. Dalam agenda tersebut tercantum rangkaian acara hiburan, termasuk rencana pesta kembang api untuk menyambut malam tahun baru.
Namun, agenda tersebut dinilai tidak sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru tertanggal 30 Desember 2025 tentang pengamanan dan ketertiban pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banjarbaru. Dalam surat edaran tersebut, Wali Kota Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar perayaan yang bersifat hura-hura, termasuk melarang pesta kembang api pada malam tahun baru.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menegaskan imbauan tersebut dikeluarkan sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap kondisi nasional akibat bencana alam.
“Pemerintah berharap masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Mari kita sambut 2026 dengan kesederhanaan dan rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga disampaikan Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda. Ia memastikan pihak kepolisian tidak akan memberikan izin terhadap penyelenggaraan pesta kembang api maupun perayaan publik lainnya pada malam pergantian tahun.
“Pertimbangannya jelas, ini soal rasa kemanusiaan. Saat saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera, dan wilayah lain sedang tertimpa bencana, sudah seharusnya kita menunjukkan empati,” tuturnya.
Menanggapi imbauan tersebut, General Manager Aeris Hotel Banjarbaru, Ariyadi, menyampaikan belasungkawa sekaligus menjelaskan perubahan rencana perayaan malam tahun baru.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Kami turut berempati dan mendoakan agar seluruh korban serta keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari masyarakat dan industri perhotelan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, manajemen Aeris Hotel merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan solidaritas.
“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk meniadakan acara kembang api pada malam New Year’s Eve Dinner atau New Year’s Eve Party sebagai bentuk penghormatan kepada para korban,” katanya.
Selain membatalkan pesta kembang api, manajemen Aeris Hotel Banjarbaru juga akan menyalurkan sebagian hasil penjualan malam tahun baru untuk membantu para korban bencana di Sumatera melalui jalur donasi yang terpercaya.
“Keputusan ini kami ambil dengan harapan momen pergantian tahun baru tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga waktu untuk merenung, berbagi, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Ariyadi.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada para tamu, mitra, dan masyarakat atas pengertian serta dukungan yang diberikan.
“Semoga langkah kecil ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu sesama. Mari kita sambut tahun baru dengan empati, harapan, dan semangat kebersamaan,” tutupnya.

