HUT ke-49, SMA Negeri 2 Banjarbaru Luncurkan Aplikasi E-Lapor untuk Perkuat Pencegahan Bullying
Banjarbaru — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 SMA Negeri 2 Banjarbaru sekaligus dijadikan momentum peluncuran inovasi sekolah berupa aplikasi e-Lapor, sebuah sistem pelaporan yang dirancang untuk memberikan ruang aman bagi siswa dan orang tua dalam menyampaikan keluhan maupun laporan terkait lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/02/2026) tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, yang menyampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan pihak sekolah, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.
“Kami mengapresiasi inovasi yang diluncurkan oleh SMA Negeri 2 Banjarbaru. Persoalan kekerasan dan bullying menjadi perhatian bersama, sehingga kehadiran sistem yang memberi ruang dialog bagi siswa sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan saat ini juga tengah mengembangkan kajian Surveillance of Bullying Detection, yang direncanakan akan diuji coba di sejumlah sekolah sebagai proyek percontohan.
“Tahun 2026 direncanakan satu sekolah sebagai pilot project. Jika SMA Negeri 2 Banjarbaru siap, tidak menutup kemungkinan sekolah ini juga dapat menjadi bagian dari pilot project tersebut,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecerdasan emosional serta spiritual siswa.
“Para guru dan siswa harus bangga menjadi bagian dari SMA Negeri 2 Banjarbaru. Mari bersama-sama memajukan pendidikan di Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Setiap anak memiliki keistimewaan, tidak hanya dalam akademik, tetapi juga di bidang lain seperti seni, olahraga, dan keterampilan,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 2 Banjarbaru, Haryono, menjelaskan aplikasi e-Lapor merupakan bagian dari program Gerakan Sekolah Nyaman dan Aman (GASAN) yang bertujuan memperkuat komunikasi antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
“Aplikasi ini memfasilitasi informasi, keluhan, saran, maupun laporan kejadian yang berkaitan dengan lingkungan sekolah, baik dari siswa maupun orang tua, agar dapat ditangani langsung oleh sekolah,” jelasnya.
Menurut Haryono, selama ini keluhan siswa sering hanya disampaikan di lingkungan pertemanan, sehingga tidak tertangani secara resmi. Melalui aplikasi tersebut, pelapor cukup memindai kode batang (barcode) untuk mengisi formulir laporan yang dijamin kerahasiaannya.
“Kami melindungi identitas pelapor. Sistem hanya menampilkan kode yang dapat diverifikasi untuk memastikan laporan berasal dari warga sekolah, sehingga tidak ada kekhawatiran untuk menyampaikan laporan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mekanisme pelaporan juga memungkinkan orang tua menyampaikan laporan apabila siswa merasa tidak berani melapor secara langsung.
Saat ini, SMA Negeri 2 Banjarbaru memiliki sekitar 1.048 siswa. Dalam momentum peringatan hari jadi ke-49, Haryono berharap sekolah dapat terus kembali pada jalur pengembangan yang telah dirintis sebelumnya.
“Kami berharap SMA Negeri 2 Banjarbaru dapat kembali berjalan sesuai fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu, sehingga mampu terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik,” tutupnya.


