MARTAPURA – Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Senin (1/12/2025) pagi.
Dalam momentum ini, terdapat dua pesan penting yang disampaikan, yakni amanat tertulis dari pusat dan harapan langsung dari pimpinan daerah.
Saat memimpin upacara, H. Saidi Mansyur membacakan sambutan resmi Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Prof. DR. Zudan Arif Fakhulloh, SH., MM. Pesan pusat ini menekankan pada sejarah dan tantangan masa depan birokrasi.
Melalui teks yang dibacakan Bupati, Prof. Zudan mengingatkan bahwa KORPRI, yang lahir pada 29 November 1971, harus tetap menjadi tulang punggung pemerintahan. Isu utama yang disoroti pusat adalah adaptasi teknologi dan implementasi regulasi baru.
”Kita hidup di era digital. ASN harus mampu beradaptasi, memanfaatkan teknologi, dan menjadi motor penggerak transformasi digital pemerintah,” kutip Saidi dari sambutan tersebut.
Selain itu, amanat nasional juga menyoroti pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. KORPRI diminta mengawal UU ini untuk memastikan karier ASN berjalan meritokratis. Pesan pusat ini ditutup dengan ajakan menjalankan “Delapan Tekad Kesiapsiagaan Korpri”, yang mencakup poin-poin krusial seperti memperkuat persatuan, menjaga netralitas, hingga menumbuhkan kepedulian sosial.
Usai upacara, H. Saidi Mansyur memberikan pernyataan terpisah yang lebih personal mengenai pandangannya terhadap ASN di Kabupaten Banjar.
Berbeda dengan amanat nasional yang fokus pada regulasi dan digitalisasi, Bupati Banjar menekankan pada aspek humanis dan iklim kerja di daerah. Ia menyebut pegawai negeri sebagai garda terdepan pembangunan yang membutuhkan keseimbangan antara tugas dan moralitas.
”Kami, selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Banjar, tentunya terus mendoakan agar seluruh anggota Korpri senantiasa diberikan kesehatan,” ungkap Saidi saat diwawancarai.
Bupati Saidi secara spesifik meminta para pegawai di Kabupaten Banjar untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga suasana kerja yang baik.
”Harapannya, di samping menjalankan kewajiban, mereka juga mampu merawat keharmonisan, serta menjaga integritas dan kejujuran,” tegasnya.
Menurut Saidi, kombinasi antara kesehatan fisik dan moralitas (kejujuran) inilah yang akan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
“Dengan demikian, pembangunan dan pelayanan publik yang dilakukan nantinya dapat membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat kita,” pungkas Saidi menutup wawancara.


