Karang Intan – Warga Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mendapat pengalaman baru lewat pelatihan pembuatan media tanam jamur tiram (baglog) yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IAAS LC Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kegiatan berlangsung tiga hari, 22–24 Agustus 2025, dan disambut antusias masyarakat setempat.
Pelatihan dipusatkan di halaman rumah Sekretaris Desa. Sejak hari pertama, warga terlihat bersemangat mempraktikkan cara mencampur serbuk kayu, dedak, dan kapur menjadi baglog. Suasana kebersamaan tampak ketika peserta saling membantu agar hasilnya sesuai dengan arahan instruktur.
Hari kedua, peserta dikenalkan pada proses sterilisasi dengan mengukus baglog selama delapan jam. Tim mahasiswa juga memperkenalkan inovasi baru berupa campuran sekam padi. Tidak hanya itu, warga bersama mahasiswa turut menyiapkan ruang inokulasi yang bersih untuk tahap penanaman bibit.
Memasuki hari ketiga, baglog yang telah steril diisi bibit jamur secara higienis lalu dipindahkan ke ruang penyimpanan. Proses ini akan memakan waktu tiga hingga empat minggu hingga miselium tumbuh sempurna.
Salah satu warga mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru. “Kami jadi tahu cara membuat baglog dan ingin mencoba menjadikannya usaha tambahan,” ucapnya penuh semangat.
Bagi Tim PPK Ormawa IAAS LC ULM, kegiatan ini bukan sekadar berbagi pengetahuan, melainkan upaya membuka peluang agrobisnis desa. Jamur tiram dipilih karena mudah dibudidayakan, bernilai ekonomi, dan memiliki pasar yang terus berkembang.
Dengan bekal keterampilan baru ini, mahasiswa berharap masyarakat mampu mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai usaha produktif yang mendukung kemandirian ekonomi desa sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Banjar.

