Ingin Steril Pasca Melahirkan? Bidan Siti Musrifah Bagikan Panduan Penting bagi Ibu Hamil di Banjarbaru
HABARKALIMANTAN – BANJARBARU – Keputusan untuk melakukan sterilisasi atau Metode Operasi Wanita (MOW) sering kali menjadi perbincangan hangat sekaligus membingungkan bagi pasangan suami istri. Di kawasan Karang Rejo, Guntung Manggis, isu ini menjadi salah satu fokus edukasi yang ditekankan oleh praktisi kesehatan senior, Bidan Siti Musrifah.
Dalam sesi wawancara eksklusif di tempat praktik mandirinya, Bidan Siti menekankan bahwa steril bukan sekadar prosedur medis, melainkan perencanaan masa depan keluarga yang matang.
- Apa Itu Steril (MOW)?
Secara medis, steril atau MOW adalah prosedur pemotongan atau pengikatan saluran sel telur (tuba falopi). Bidan Siti menjelaskan bahwa metode ini bersifat permanen.
“Steril adalah pilihan bagi ibu yang memang sudah merasa cukup dengan jumlah anak, atau memiliki kondisi medis yang membahayakan jika hamil kembali. Ini adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif,” jelas Bidan Siti di sela-sela aktivitasnya melayani pasien di Karang Rejo.
- Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukan Steril?
Bidan Siti Musrifah sering mendapatkan pertanyaan: “Kapan sebaiknya prosedur ini dilakukan?” Secara klinis, sterilisasi paling ideal dilakukan dalam 24 hingga 48 jam pasca melahirkan. Mengapa? Karena saat itu rahim masih berada tinggi di perut, sehingga memudahkan akses bagi dokter bedah. Namun, Bidan Siti mengingatkan bahwa persiapan harus dimulai sejak masa kehamilan (ANC), bukan mendadak saat di ruang persalinan.
- Syarat Utama bagi Ibu Hamil yang Ingin Steril
Edukasi yang diberikan Bidan Siti mencakup tiga aspek penting yang ia sebut sebagai “Lampu Hijau Steril”:
Persetujuan Pasangan: Ini adalah syarat mutlak. Suami harus menandatangani formulir persetujuan (informed consent).
Kesehatan Ibu: Kondisi fisik ibu harus stabil, tidak ada infeksi panggul, dan tekanan darah terkontrol.
Kemantapan Psikologis: Ibu harus yakin tidak ingin memiliki anak lagi, karena prosedur ini sangat sulit (dan mahal) untuk dikembalikan (rekanalisasi).
- Menepis Mitos: “Steril Bikin Ibu Cepat Tua?”
Banyak pasien di Karang Rejo yang ragu karena mitos bahwa steril mengganggu hormon atau mengurangi gairah. Bidan Siti dengan tegas meluruskan hal ini.
“Steril tidak mengganggu hormon. Menstruasi tetap lancar, dan tidak menyebabkan penuaan dini karena indung telur tidak diangkat. Yang diputus hanya jalannya sel telur menuju rahim,” tegasnya.
- Konsultasi Sejak Dini di Praktik Mandiri
Bagi warga Guntung Manggis dan sekitarnya, Bidan Siti Musrifah menyarankan agar ibu hamil mulai mendiskusikan rencana KB permanen ini sejak trimester ketiga. Dengan konsultasi dini, Bidan dapat merujuk pasien ke Rumah Sakit dengan persiapan administratif dan mental yang lebih baik.

