Batulicin – Limbah cangkang kepiting yang biasanya terbuang percuma kini memiliki nilai tambah berkat kreativitas mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Kabupaten Tanah Bumbu, mereka berhasil mengolah cangkang rajungan menjadi tepung bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
Inovasi ini dipamerkan dalam Expo KKNT ULM di Pendopo Bupati Tanah Bumbu, Kamis (21/8/2025). Dari sekian banyak produk yang ditampilkan, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif atau Bang Arul menaruh perhatian khusus pada olahan tepung cangkang kepiting tersebut.

“Tepung dari cangkang kepiting ini sudah ada hasil laboratoriumnya. Kalau memang potensial, pemerintah siap mendukung dan mengawal pengembangannya. Bisa saja nanti jadi oleh-oleh khas Tanah Bumbu,” ujar Bang Arul.
Wakil Rektor III ULM, Muhammad Rusmin Nuryadin, menjelaskan bahwa KKNT di Tanah Bumbu merupakan program perdana yang melibatkan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK).

“Daerah ini kaya biota laut. Maka mahasiswa FPIK ditugaskan untuk menggali potensi perikanan dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat, salah satunya tepung cangkang kepiting,” jelasnya.
Aditya Dwiprastana, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan yang menggagas ide ini, mengungkapkan bahwa inovasi tersebut berawal dari keprihatinan terhadap limbah cangkang rajungan di Desa Sungai Lembu.
“Cangkang-cangkang itu menumpuk, bau, dan mencemari lingkungan. Kami berpikir bagaimana mengolahnya agar bermanfaat,” tuturnya.

Hasil uji laboratorium menunjukkan tepung ini kaya kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang, pencegahan osteoporosis, hingga mendukung program penanggulangan stunting. Bahkan, mahasiswa mengembangkannya menjadi produk turunan seperti nugget ikan, bakso, hingga pempek dengan tambahan tepung cangkang kepiting sebagai penguat gizi.
“Dengan tepung ini, makanan sehari-hari bisa lebih bergizi tanpa mengubah rasa secara signifikan,” terang Salsa Bila, salah satu anggota tim.
Ke depan, ULM berharap inovasi ini mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah dan pelaku usaha agar dapat berkembang menjadi produk unggulan sekaligus solusi pengelolaan limbah laut yang ramah lingkungan.


