BerandaHabar BanjarJadwal Baru Poli Rawat...

Jadwal Baru Poli Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura Selama Ramadan, Layanan Gawat Darurat Tetap Siaga

Terbaru

Jadwal Baru Poli Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura Selama Ramadan, Layanan Gawat Darurat Tetap Siaga

MARTAPURA — Menyambut bulan suci Ramadan, RSUD Ratu Zalecha (RSUD Raza) Martapura memberlakukan kebijakan baru terkait jam operasional pelayanan poli rawat jalan. Perubahan ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, yang memastikan bahwa jadwal pendaftaran tatap muka akan dipersingkat.

​“Jalan kita mulai dari jam 8 sampai jam 11 untuk pendaftaran. Kalau hari Jumat kita sampai jam 10 aja, jam 8 sampai jam 10. Kemudian hari Sabtu kembali ke 8 sampai jam 11,” jelasnya saat ditemui di Ruangannya, Selasa (24/02/2026).

​Selain pendaftaran langsung, pihak rumah sakit juga membatasi waktu pendaftaran via daring. Jika pada hari biasa layanan online bisa diakses hingga malam hari, selama bulan puasa pendaftaran ditutup pada sore hari untuk menghormati waktu ibadah salat sunah.

​“Kalau pendaftaran online itu dari jam 8 sampai jam 5 sore. Kalau dulu sampai malam karena ini bulan puasa yang ada ibadah tarawih dan sebagainya, ya kita batasi sampai jam 5 sore aja,” ujarnya.

​Walaupun ada pengurangan jam operasional pada rawat jalan, Arief menjamin bahwa fasilitas krusial lainnya seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga jadwal tindakan operasi sama sekali tidak terdampak dan terus beroperasi penuh.

​“Selebihnya IGD normal 24 jam, kegiatan-kegiatan lain, operasi, segala macam normal. Hanya untuk poli rawat jalan aja kita sesuaikan,” tegas Arief.

​Pihak manajemen juga mengonfirmasi bahwa standar perawatan bagi pasien tidak akan mengalami penurunan atau perbedaan kualitas selama bulan suci ini.

​“Tidak ada perubahan apapun untuk pasien. Kalau pasien normatif saja, sama lah. Kita tidak ada membedakan bulan-bulannya,” katanya.

​Perhatian ekstra justru diberikan manajemen kepada tenaga medis yang sedang bertugas, terutama terkait pemenuhan konsumsi untuk mendukung kelancaran ibadah puasa mereka saat harus berjaga.

​“Kalau untuk petugas, kita ada untuk makan buka puasa, kemudian sahur untuk petugasnya. Tapi kalau pasien, ya sama saja layanannya,” tuturnya.

​Menyinggung tren kesehatan masyarakat saat berpuasa, Arief mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap penyakit yang sering muncul, seperti gangguan pencernaan dan dehidrasi. Kendati demikian, temuan kasus tersebut di RSUD Raza sejauh ini masih sangat minim.

​“Alhamdulillah, di tempat kita hampir belum ada gangguan pencernaan akibat puasa. Kalau misalnya ada pun, mungkin karena salah makan atau memang sudah ada penyakit sebelumnya,” jelasnya.

​Masalah lambung atau pencernaan biasanya baru muncul apabila masyarakat tidak mengatur asupan makanannya dengan baik saat waktu berbuka tiba.

​“Misalnya langsung makan pedas dan makanan yang tidak sehat atau memang ada riwayat sakit maag atau gangguan pencernaan sebelumnya,” katanya.

​Begitu pula dengan risiko kekurangan cairan atau dehidrasi, yang dinilainya sangat jarang terjadi murni hanya karena seseorang sedang menjalankan puasa.

​“Kalau dehidrasi, sepanjang tidak diare dan tidak muntah selama puasa, hampir tidak pernah terjadi pasien dehidrasi karena puasa,” ujarnya.

​Sebagai penutup, Arief membagikan sejumlah anjuran medis agar masyarakat Martapura dan sekitarnya dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang prima, terutama dengan memperhatikan asupan nutrisi.

​“Sepanjang bulan puasa tentunya harus makan makanan yang bergizi, baik waktu sahur maupun berbuka. Jangan kalap ketika berbuka puasa. Tetap perhatikan komposisi gizi yang seimbang,” imbaunya.

​Kualitas istirahat dan aktivitas fisik pun tidak boleh diabaikan, mengingat tubuh memerlukan penyesuaian selama menjalani rutinitas puasa.

​“Mungkin ada perubahan jam tidur, itu harus diimbangi dengan cukup istirahat. Dan juga rutin berolahraga. Puasa ini tidak menghilangkan olahraga, malah mungkin dengan olahraga badan semakin bugar,” katanya.

​Selain itu, ia menyarankan agar masyarakat dapat mengelola energi dengan baik dan membatasi aktivitas yang berlebihan di malam hari.

​“Yang dihindari mungkin jangan terlalu banyak begadang dan jangan berkegiatan yang terlalu menguras tenaga. Pandai-pandai mengatur kondisi tubuh,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka