BerandaHabar TapinJalan Muara Muning Tapin...

Jalan Muara Muning Tapin – Balimau HSS Terendam Banjir, Pengendara Diimbau Putar Balik

Terbaru

Jalan Muara Muning Tapin – Balimau HSS Terendam Banjir, Pengendara Diimbau Putar Balik

HABARKALIMANTAN – RANTAU – Akses jalan Muara Muning Tapin-Balimau, Hulu Sungai Selatan (HSS), yang selama ini menjadi jalur alternatif penghubung wilayah Hulu Sungai menuju Banjarmasin, nyaris lumpuh akibat terendam banjir.

Genangan air yang menutupi hampir sepanjang ruas jalan membuat jalur ini rawan dilintasi. Tak jarang, kendaraan mogok terjadi hampir setiap hari, terutama kendaraan rendah dan bertransmisi otomatis.

Kepala Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Hartoni, mengatakan banjir telah merendam kawasan tersebut selama sekitar 10 hari terakhir. Selama periode itu pula, insiden kendaraan mogok terus berulang.

KET – Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tapin, Maria Ulfah saat memasang plang penutup jalan.

“Sudah sekitar 10 hari terendam banjir. Kendaraan mogok hampir setiap hari, sudah tidak terhitung lagi. Kami mengimbau pengendara untuk sementara tidak melintasi jalan ini,” ujar Hartoni.

Ia menuturkan, warga setempat bersama pemerintah desa kerap turun tangan membantu pengendara yang kendaraannya mogok di tengah genangan.

“Kalau ada kendaraan mogok, warga biasanya langsung membantu. Dari pemerintah desa juga kami siapkan operasional untuk membantu pengendara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Noor, mengungkapkan ketinggian genangan air di ruas jalan dari Sungai Rutas hingga Desa Masta bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Bahkan, di beberapa titik ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

“Kami mengimbau kendaraan yang memiliki ground clearance rendah agar tidak melintas. Kendaraan jenis matik paling banyak mogok. Yang relatif aman hanya kendaraan double cabin,” jelasnya.

Tak hanya banjir, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan tertutup air turut menambah risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Lubang-lubang di jalan tidak terlihat karena tertutup air. Pengendara harus ekstra hati-hati karena hampir sepanjang jalan tergenang,” tegas Muhammad Noor.

Ia menambahkan, pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Tapin, tetapi juga dari berbagai daerah yang memanfaatkan jalur ini untuk mobilitas dan angkutan barang.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tapin, Maria Ulfah. Ia menegaskan kondisi jalan saat ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan.

“Dengan kondisi banjir seperti sekarang, keselamatan pengguna jalan tidak terjamin. Dari hasil survei kami, banyak kendaraan mogok hingga ke arah Balimau Kandangan,” ujarnya.

Untuk meminimalkan risiko, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Selatan guna memasang rambu peringatan di sejumlah titik, termasuk dari arah Kandangan.

“Kami juga melibatkan warga sekitar untuk membantu memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tidak melintas jika tidak mendesak,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka