MARTAPURA – Suasana peringatan momen 5 Rajab atau Haul Abah Guru Sekumpul mulai terasa di Kota Martapura. Gedung kantor DPRD Kabupaten Banjar merupakan salah satu lokasi penginapan bagi jemaah Sekumpul pada momen 5 Rajab 1447 Hijriah ini, mulai didatangi jemaah dari berbagai daerah pada Jumat (26/12/2025) siang.
Para jemaah yang datang membawa beragam kisah perjuangan untuk bisa sampai ke Tanah Intan, mulai dari perjalanan darat belasan jam hingga mengayuh sepeda lintas pulau.
Awalin Ardi, seorang jemaah asal Samarinda, Kalimantan Timur, menuturkan bahwa ia bersama keluarganya menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 15 jam. Ia sengaja berangkat lebih awal sejak hari Rabu untuk menghindari kemacetan dan memanfaatkan waktu libur sekolah anak-anaknya.
”Selain niat beribadah, saya ingin mengenalkan istri saya ke sini. Istri saya memang memiliki garis keturunan sini, tetapi belum pernah berkunjung langsung. Jadi sekalian ziarah ke makam Guru Sekumpul,” ujar Awalin.
Awalin juga mengapresiasi kesigapan para relawan di Kalimantan Selatan, khususnya di Martapura, yang dinilainya sangat membantu kelancaran perjalanan jemaah. Meski demikian, ia menyarankan agar penyebaran informasi terkait lokasi penginapan bagi jemaah baru bisa lebih masif di masa mendatang.
”Pesan saya, sebaiknya informasi disebarkan lebih luas sebelumnya agar jemaah mendapatkan gambaran yang jelas,” tambahnya.
Kisah unik lainnya datang dari Fahmi Basalamah, jemaah asal Jakarta Barat. Berbeda dengan kebanyakan jemaah yang menggunakan kendaraan bermotor atau pesawat, Fahmi memilih mengayuh sepeda untuk menghadiri momen 5 Rajab.
Fahmi memulai perjalanannya sejak tanggal 5 Desember lalu dengan mengusung slogan “Goes 5 Rajab” terpapar pada sepeda yang dipakainya.
”Ingin bikin senang saja. Biar beda sendiri sama orang-orang. Orang-orang kan naik pesawat, motor, atau mobil. Kita naik sepeda saja,” ungkap Fahmi saat ditemui di lokasi.
Fahmi mengaku mengetahui informasi bahwa Gedung DPRD Banjar dijadikan tempat penginapan jemaah melalui media sosial TikTok. Ia merasa senang dengan keterbukaan pemerintah daerah dalam memfasilitasi jemaah secara gratis.
”Perjalanan lancar, ada suka dukanya, ada capeknya, tapi dinikmati saja,” pungkas Fahmi yang menjadikan perjalanannya sebagai inspirasi bagi jemaah lain.


