BerandaHabar BanjarKabut Asap Karhutla Selimuti...

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jalan Gubernur Syarkawi, Pengendara Diminta Waspada

Terbaru

MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, memicu kabut asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara. Masyarakat yang melintas di jalur tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kepulan asap semakin tebal.

Upaya pemadaman dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bersama tim gabungan TNI/Polri dan relawan Buser 690 pada Sabtu (10/10/2026) sore. Petugas mengerahkan peralatan pemadam dan selang air untuk menjangkau sejumlah titik api di kawasan yang ditumbuhi vegetasi cukup lebat.

Petugas BPBD Kabupaten Banjar, Hendra, mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi vegetasi kering yang lebat hingga kepulan asap dan angin kencang dengan arah yang berubah-ubah.

“Petugas perlu berhati-hati dalam melakukan pemadaman untuk mengendalikan api karena area yang terbakar memiliki vegetasi cukup lebat. Selain itu, angin bertiup kencang dan arahnya dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan petugas dalam mengendalikan api, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Asap yang terbawa angin dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Pengendara yang melintasi kawasan Jalan Gubernur Syarkawi diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi. Pengguna jalan juga diminta mematuhi arahan petugas yang berjaga di sekitar lokasi kebakaran.

Masyarakat diingatkan agar tidak berhenti sembarangan maupun mendekati area kebakaran untuk menghindari risiko terpapar asap dan bahaya lain di lokasi. Jika jarak pandang dinilai terlalu terbatas, pengendara disarankan mencari jalur alternatif yang lebih aman.

Selain penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Banjar mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika vegetasi dalam kondisi kering dan angin bertiup kencang. Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran api dan membuat kebakaran semakin sulit dikendalikan.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla. Pelaporan sejak dini diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

Kewaspadaan bersama menjadi penting agar dampak karhutla dapat diminimalkan, baik terhadap keselamatan pengguna jalan maupun lingkungan di sekitar kawasan Jalan Gubernur Syarkawi.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka