BerandaHabar Provinsi KalselKalsel Bidik Jadi Sentra...

Kalsel Bidik Jadi Sentra Jagung Nasional, Kapolda: Target 300 Ribu Ton per Tahun!

Terbaru

Kalsel Bidik Jadi Sentra Jagung Nasional, Kapolda: Target 300 Ribu Ton per Tahun!

TANAH LAUT – Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan langkah untuk menjadi pemain utama dalam industri jagung nasional. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Laut kini dicanangkan sebagai sentra produksi jagung guna memenuhi tingginya permintaan pakan ternak di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan di Kelurahan Banyu Irang, Kapolda mengungkapkan bahwa kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Kalimantan Selatan mencapai angka fantastis, yakni sekitar 300.000 ton per tahun.

Guna mencapai target besar tersebut, Polri bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta sejumlah BUMN seperti Inhutani dan PTPN. Kerja sama ini berfokus pada penyediaan lahan yang siap dikelola oleh kelompok tani, termasuk pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

“Kita punya potensi lahan lebih dari 10.000 hektar. Saat ini yang sudah tertanam baru sekitar 1.000 hektar, jadi ruang untuk pengembangan masih sangat luas,” ujar Kapolda di sela-sela kegiatan penanaman di lahan seluas 10 hektar di Banyu Irang.

Salah satu pemicu meningkatnya minat petani untuk kembali menanam jagung adalah stabilitas harga yang dinilai sangat menguntungkan. Saat ini, harga jagung di tingkat petani bervariasi tergantung kualitas kadar air:

Jagung Pipil Basah: Rp4.000 per kg.

Jagung Kering (Kadar Air 17-18%): Rp5.500 per kg.

Jagung Kering Standar (Kadar Air 14%): Rp6.400 per kg.

Dengan produktivitas rata-rata mencapai 7 hingga 8 ton per hektar, komoditas ini diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Pemerintah dan kepolisian juga telah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tidak merosot tajam saat musim panen tiba. Rencananya, akan diterapkan pedoman Taber Rafaksi.

“Kami sedang menunggu koordinasi dengan Bappenas terkait wewenang Gubernur untuk mengeluarkan SK khusus mengenai Taber Rafaksi ini. Tujuannya jelas, agar petani tetap terlindungi dan harga tetap stabil meski sedang panen raya,” pungkasnya.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pilar penyokong kebutuhan pakan ternak di Indonesia bagian tengah.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka