Banjarbaru – Gelaran Kalsel Expo dan BUMDesa Expo 2025 yang berlangsung dari 10 hingga 15 Agustus 2025 mencatatkan capaian luar biasa. Total transaksi mencapai Rp14,05 miliar dan lebih dari 610 ribu pengunjung memadati acara tahunan ini.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, menyebut capaian ini sebagai indikator bahwa UMKM Banua semakin kuat dan mampu bersaing.
“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Transaksi lebih dari Rp14 miliar dan pengunjung tembus 610 ribu adalah bukti antusiasme luar biasa masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel menjadi daya tarik utama. Area pameran yang didominasi oleh produk lokal seperti kuliner khas, kerajinan tangan, fesyen, hingga inovasi desa digital menjadi magnet bagi pengunjung. Banyak UMKM mencatat omzet harian jauh di atas rata-rata, bahkan setelah expo berakhir, masih ada yang tetap berjualan.
Meski berjalan sukses, Dinas Perdagangan menyebut masih ada beberapa catatan yang akan diperbaiki tahun depan. Salah satunya terkait penataan jalur pengunjung di area UMKM agar lebih lapang dan nyaman.
“Gang-gang antara stan UMKM akan diperlebar agar tidak terlalu padat,” kata Gia.
Keberhasilan Kalsel Expo 2025 tak lepas dari kolaborasi banyak pihak, termasuk Pemprov Kalsel, Pemkab/Pemkot, BUMN, BUMD, hingga instansi vertikal seperti TNI dan Polri. Ahmad Bagiawan mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Kalsel dan Wakil Gubernur, serta Sekda selaku Ketua Panitia Harjad.
Dinas Perdagangan menyatakan bahwa Kalsel Expo ke depan akan terus dikembangkan. Selain dari sisi durasi dan penataan, juga kemungkinan perluasan lokasi dan segmentasi program lebih tematik, seperti hari khusus UMKM kuliner, desa digital, atau koperasi perempuan.
“Kami ingin Kalsel Expo tidak hanya jadi ajang seremonial, tapi betul-betul berdaya guna secara ekonomi dan sosial,” tutup Gia.


