BerandaHabar BanjarbaruKemarau Basah Picu Lonjakan...

Kemarau Basah Picu Lonjakan Harga Sayur di Pasar Bauntung

Terbaru

Banjarbaru – Harga sayur mayur di Pasar Bauntung kembali mengalami kenaikan, terutama pada komoditas cabai rawit dan kol, Rabu (3/9/2025).

Kondisi ini membuat pedagang mengeluh karena keuntungan menipis, sementara pembeli ikut merasakan dampaknya pada usaha mereka.

Mama Aisyah, salah satu pedagang sayur di Pasar Bauntung, menjelaskan bahwa harga cabai rawit kini mencapai Rp60.000 per kilogram. Pada awal bulan Agustus lalu ia menjelaskan harga cabai sempat menembus Rp100.000 per kilogram, sebelum turun menjadi Rp50.000 di akhir bulan. Namun, awal September ini harganya kembali naik.

“Awal bulan kemaren lebih parah, tembus seratus ribu per kilo. Naiknya ini karena sering hujan, tanaman cabai banyak yang rusak, jadi stok sedikit,” ujarnya.

Tak hanya cabai rawit, harga kol juga naik dari tiga belas ribu menjadi enam belas ribu per kilogram. Ia juga menjabarkan keuntungan dari penjualan kol justru lebih tipis karena harus membeli dari tengkulak dalam jumlah besar, lalu membersihkan daun luar yang rusak sebelum dijual.

“Kalau kol itu lebih ribet. Kita beli paling sedikit bisanya lima belas kilo, terus harus dibersihkan biar cantik. Jadi rugi di kita, untungnya sangat kecil,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai juga berimbas pada pelaku usaha kuliner. Sulis, pemilik warung ayam geprek di Banjarbaru, ia mengaku terpaksa menaikkan harga jual menu andalannya.

“Kalau harga cabai naik terus, usaha kami ikut kena dampak. Mau tidak mau harga di kami juga naik biar tidak rugi. Kalau tidak dinaikkan, modal habis di cabai saja,” katanya.

Menurutnya, cabai merupakan bahan utama yang tidak bisa diganti, sehingga kenaikan harga langsung memengaruhi biaya produksi.

“Geprek kan identik pedas, cabai itu wajib. Kalau harganya naik gini ya pusing juga,” tuturnya.

Sementara itu, Amel, seorang ibu rumah tangga, juga menyampaikan keluhannya.

“Biasanya di sini saya beli cabai seperempat kilo buat seminggu, kami sekeluarga suka pedas soalnya. Sekarang cabai mahal, jadi harus dikurangi lagi. Apa-apa serba naik, jadi harus pintar-pintar saya atur belanja dapur,” jelasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka