KOTABARU – Aktivitas seismik di wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,1 yang mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Kotabaru pada Sabtu (3/1/2026) pukul 12.24 WITA.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, episenter gempa terletak di laut pada koordinat 2,66 derajat Lintang Selatan dan 116,50 derajat Bujur Timur. Pusat getaran berada pada jarak 81 kilometer arah timur laut Kotabaru dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 3 kilometer.
Meski termasuk dalam kategori gempa dangkal, getaran tersebut dilaporkan tidak dirasakan oleh masyarakat di daratan. Hingga Minggu (4/1/2026) sore, suasana di pusat kota Kotabaru terpantau normal tanpa adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Salah seorang warga Desa Dirgahayu, Normansyah, mengaku sempat terkejut saat mengetahui informasi adanya aktivitas gempa melalui media sosial.
“Sejujurnya saya tidak merasakan getaran apa-apa saat kejadian. Tentu terkejut mendengar Kotabaru terdeteksi gempa, tapi bersyukur tidak ada dampak di daratan. Hanya saja sempat khawatir karena pusatnya di laut,” ungkapnya.
Menyikapi fenomena ini, Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Latifu Arsyiono, mengonfirmasi bahwa berdasarkan laporan dari tingkat kecamatan, tidak ada kepanikan warga di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Kami pastikan kondisi aman, namun kewaspadaan mandiri tetap perlu ditingkatkan,” jelas Latifu.
Pihak BPBD juga menekankan dua poin penting bagi masyarakat:
Verifikasi Informasi: Pastikan hanya mempercayai data resmi dari BMKG atau BPBD dan tidak menyebarkan berita hoaks yang dapat memicu keresahan.
Mitigasi Mandiri: Masyarakat diminta mulai mengenali jalur evakuasi dan memeriksa ketahanan struktur bangunan tempat tinggal sebagai langkah antisipasi dini.
Peningkatan aktivitas gempa di awal tahun ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi wilayah Kalimantan Selatan yang selama ini dianggap cukup stabil secara tektonik.

