Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung penelitian civitas akademika dengan memberikan subsidi biaya penggunaan Laboratorium Terpadu. Kebijakan ini disampaikan langsung dalam forum Focus Group Discussion (FGD) di Laboratorium Terpadu ULM Banjarbaru, Selasa (23/9/2025).
Kepala Laboratorium Terpadu ULM, Liling Triyasmono, menjelaskan banyak masukan terkait biaya layanan laboratorium yang dinilai masih tinggi oleh sebagian dosen maupun mahasiswa. Menanggapi hal itu, pimpinan universitas melalui Surat Keputusan (SK) Rektor menetapkan kebijakan subsidi sebesar 50%.
“Ada yang protes, katanya biaya masih kemahalan. Maka Rektor memberikan solusi, subsidi 50% bagi seluruh civitas, baik dosen maupun mahasiswa. Dan ini bukan sekadar omongan, sudah ada SK Rektornya, jadi jelas ini adalah komitmen pimpinan untuk mendukung civitas akademika,” ujarnya.
Liling menambahkan, kebijakan ini menjadi bukti perhatian pimpinan terhadap kebutuhan penelitian.
“Subsidi ini benar-benar diberikan oleh pimpinan universitas untuk civitas akademika. Dengan adanya keringanan ini, kami berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang memanfaatkan fasilitas laboratorium terpadu,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan layanan akademik.
“Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan dan khususnya civitas akademika ULM, kami memberikan diskon 50% kepada seluruh peneliti di lingkungan ULM, termasuk mahasiswa, saat menggunakan jasa laboratorium yang telah terakreditasi,” ucapnya.
Menurutnya, subsidi ini bukan hanya soal keringanan biaya, tetapi juga upaya memperluas akses penelitian dan meningkatkan kualitas karya ilmiah.
“Harapannya dengan kebijakan ini, hasil penelitian yang lahir dari ULM bisa semakin banyak, bermutu, dan bermanfaat luas,” tutupnya.


