MARTAPURA – Gelaran Lomba Tari Kreasi Banjar yang diselenggarakan oleh Sanggar Matahari resmi dibuka di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Sabtu (29/11/2025) pagi. Ajang ini mendapat sambutan luar biasa dari para pelaku seni, terbukti dengan partisipasi puluhan grup tari dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Sanggar Matahari. Ia menilai dana hibah tahun 2025 yang diterima sanggar tersebut telah dimanfaatkan dengan tepat sasaran melalui kegiatan diklat dan kompetisi ini.
”Kami sangat senang dan bangga. Artinya, manfaat dana hibah benar-benar dapat disalurkan untuk kegiatan pelestarian seni budaya. Harapan kami, festival ini akan melahirkan talenta-talenta baru, mulai dari seniman cilik hingga dewasa,” ujar Irwan Jaya.
Ketua Sanggar Matahari, M. Noor, mengungkapkan tingginya animo peserta tahun ini. Tercatat sebanyak 46 grup berpartisipasi, terdiri dari 13 grup tingkat SD, 12 grup tingkat SMP/MTs, dan 21 grup gabungan tingkat SMA serta Umum.
”Pendaftaran terpaksa kami tutup (stop) di angka 46 grup. Seandainya tidak kami stop, kemungkinan besar pendaftaran bisa sampai 70 grup saking antusiasnya masyarakat,” jelas M. Noor.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mencetak kader seni muda yang siap berprestasi. Sanggar Matahari sendiri memiliki rekam jejak internasional, di mana pada tahun 2011 pernah memberangkatkan 15 anggota tim ke Tong Tong Fair di Amsterdam, Belanda.
”Harapan kita ke depan, akan tercipta kader-kader yang menggantikan generasi terdahulu untuk membawa nama baik Kabupaten Banjar ke tingkat nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Dewan Kesenian Kabupaten Banjar. Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh menyoroti dampak positif acara ini yang meluas hingga ke sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi para penjahit lokal yang kerap tergerus pasar online.
”Dengan adanya tari kreasi yang membutuhkan kostum khusus, para penjahit lokal akan hidup lagi. Ini menumbuhkan UMKM kita. Bahkan ke depan, kita mungkin akan atur grand design khusus untuk kostum hingga piala berbentuk penari,” ungkap perwakilan Dewan Kesenian.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Dewan Kesenian merencanakan alokasi anggaran pada tahun 2026 untuk mendukung operasional sanggar-sanggar yang aktif melestarikan budaya di Kabupaten Banjar, seperti Sanggar Matahari, Sanggar Kemilau Intan, dan Sanggar Goawijaya.
Dalam lomba ini, para peserta ditantang untuk menampilkan kreasi tarian baru namun tetap berpijak pada gerak dasar Tari Banjar. Adapun aspek penilaian meliputi originalitas, penampilan, musikalitas, interpretasi, penghayatan, kostum, serta ragam gerak.


