Tapin – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kelompok 7 dari Program Studi Peternakan memperkenalkan inovasi pupuk organik cair (POC) berbahan dasar cangkang telur kepada masyarakat Desa Hatiwin, Kabupaten Tapin. Program ini dilaksanakan pada 7–10 Agustus 2025 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat.
Inovasi tersebut hadir sebagai upaya memanfaatkan limbah rumah tangga yang selama ini kurang termanfaatkan. Cangkang telur yang biasanya terbuang begitu saja, diolah mahasiswa menjadi POC yang bernilai guna bagi pertanian warga. Pupuk cair ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga diyakini mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
“Cangkang telur kaya akan kalsium dan mineral lain yang baik untuk tanaman. Dengan diolah menjadi pupuk cair, manfaatnya bisa lebih optimal sekaligus membantu mengurangi sampah organik,” jelas salah satu mahasiswa peserta KKN.

Selain memperkenalkan POC, mahasiswa juga memberikan pelatihan sederhana mengenai cara pembuatan dan penggunaannya. Warga diajak praktik langsung agar dapat mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk secara mandiri, tanpa perlu biaya tambahan yang besar.
Respon masyarakat Desa Hatiwin cukup positif. Banyak warga tertarik mencoba inovasi pupuk tersebut, karena dirasakan memberikan solusi ganda: kebersihan lingkungan terjaga sekaligus membantu pertanian keluarga.
“Dengan adanya pupuk cair ini, kami bisa memanfaatkan limbah di rumah dan tidak perlu membeli pupuk kimia terlalu banyak,” ungkap salah satu warga dengan antusias.
Melalui program ini, mahasiswa ULM berharap inovasi sederhana tersebut dapat mendorong masyarakat Desa Hatiwin lebih mandiri dalam pengelolaan limbah serta meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

