Mandi di Kolam Bekas Galian Guntung Manggis, Dua Bocah di Banjarbaru Tewas Tenggelam
BANJARBARU – Insiden memilukan terjadi di wilayah Guntung Manggis, Banjarbaru. Dua orang pelajar berinisial DAA (11) dan MH (10) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian pasir, pada Minggu (05/04/26) lalu.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa petaka ini bermula saat kedua korban berkumpul dan makan bersama rekan-rekan sebanyanya.
“Berdasarkan keterangan saksi, usai makan bersama, korban dan teman-temannya pergi ke kolam bekas galian pasir untuk mandi. Awalnya mereka hanya bermain di pinggiran, namun salah satu korban nekat berenang hingga ke tengah kolam yang dalam,” ujar Pius.
Situasi menjadi mencekam saat korban pertama diduga panik karena tidak mampu berenang di area dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Melihat rekannya dalam bahaya, korban kedua bergegas mencoba memberikan pertolongan.
Namun nahas, upaya penyelamatan tersebut justru membuat keduanya terseret ke dasar air.

“Salah satu korban mencoba membantu temannya, namun keduanya akhirnya ikut tenggelam. Saksi lain di lokasi sempat berusaha menolong, tetapi tidak berhasil karena kondisi kolam yang dalam dan sangat berbahaya,” jelas Kapolres.
Pasca-kejadian, petugas gabungan dari Polsek Liang Anggang, Polres Banjarbaru, serta Tim Identifikasi Sat Reskrim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sejumlah fakta teknis yang ditemukan di lapangan antara lain:
Akses Terbuka: Kolam tersebut merupakan bekas galian pasir non-aktif yang sebenarnya telah dipagari seng, namun beberapa bagian ditemukan rusak sehingga bisa dimasuki warga.
Dasar Kolam Berbahaya: Kondisi dasar kolam ternyata berupa pasir isap dengan aliran air dari sungai kecil, yang sangat berisiko bagi siapa pun.
Bukan Area Umum: Lokasi tersebut tidak difungsikan untuk umum dan dilarang untuk aktivitas berenang.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. “Diduga kuat keduanya meninggal dunia murni akibat tenggelam,” tambah AKBP Pius.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak proses visum maupun autopsi.
Menyikapi tragedi ini, Kapolres Banjarbaru memberikan imbauan serius kepada masyarakat, khususnya para orang tua di wilayah hukumnya.
“Kami meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan. Jangan biarkan anak-anak bermain di lokasi berbahaya seperti kolam bekas galian atau perairan dalam yang tidak terjamin keamanannya,” tegasnya.
