BerandaHabar BanjarbaruPedagang Pasar Jalan Jati...

Pedagang Pasar Jalan Jati Tanggapi Rencana Penertiban Usai Lebaran

Terbaru

Pedagang Pasar Jalan Jati Tanggapi Rencana Penertiban Usai Lebaran

Banjarbaru — Rencana penertiban pedagang di kawasan Pasar Jalan Jati oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Banjarbaru usai Lebaran menuai beragam tanggapan dari para pedagang setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jum’at (20/02/2026) pagi, para pedagang saat ini masih menaati imbauan terbaru dengan memundurkan lapak dagangan mereka beberapa meter dari bahu jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi relatif lebih tertib dibanding sebelumnya.

Meski demikian, rencana penertiban lanjutan setelah Lebaran menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pedagang.

Rahmat, salah satu pedagang yang berjualan di kawasan tersebut, mengaku cemas dengan langkah penertiban yang akan dilakukan kembali.

“Saya tidak tahu lagi bagaimana penertibannya nanti. Kami sudah mundur kurang lebih dua meter dari jalan, mau diapakan lagi?” ujarnya.

Ia menilai dirinya telah mengikuti arahan yang diberikan pemerintah dan aparat terkait.

“Saya sendiri sudah mundur ini lapaknya, sesuai arahan,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Rumiati, pedagang lain yang juga telah menyesuaikan posisi lapaknya.

“Lapak saya juga sudah saya mundurkan, sesuai arahan Satpol-PP waktu itu,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi ke Pasar Bauntung yang dikelola oleh pemerintah kota Banjarbaru, Rumiati menyatakan keberatan.

“Saya pribadi tidak mau jualan di sana. Selain ada biaya sewanya, pengunjungnya juga tidak seramai di sini, ditambah lagi langganan saya lebih dekat kalau ke sini,” tegasnya.

Pendapat senada disampaikan pedagang lainnya, Suriansyah, yang mengaku keberatan apabila harus menyewa lapak di Pasar Bauntung karena keterbatasan modal usaha.

“Sewa di sana biayanya besar. Kalau di sini tidak ada biaya sewa lapak, hanya kebersihan saja. Saya jualan disini untungnya sedikit. Kalau harus sewa lapak di Pasar Bauntung saya tidak sanggup,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan solusi yang tidak memberatkan mereka, mengingat sebagian besar menggantungkan penghasilan harian dari aktivitas jual beli di lokasi ini.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka