BANJARMASIN – Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, secara resmi meluncurkan program RaZa Sagala pada hari Kamis (7/8/2025) di Rattan In Hotel, Banjarmasin.
Program ini dirumuskan sebagai inovasi strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta membangun ketahanan keluarga melalui sinergi lintas sektor.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, menyebut RaZa Sagala sebagai induk dari inovasi-inovasi yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut.
Program ini bertujuan memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak, menguatkan keluarga, sekaligus mendukung program Presiden Prabowo melalui Quickwin KemendukBangga/BKKBN serta Ruang Bersama Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Inovasi di bawah RaZa Sagala meliputi:
A. Inovasi Perlindungan Perempuan & Anak
Panic Button RaZa Sagala – kolaborasi dengan RaZa Lakas 112 sebagai media yang dapat diakses perempuan dan anak pada situasi darurat.
Si Cantik Cangkal Konseling & Icra – pendampingan psikolog, tim Puspaga, dan PKB terhadap calon pengantin yang ditolak maupun yang mendapat dispensasi kawin anak untuk menjaga kesehatan mental, kesehatan reproduksi, menunda kehamilan, dan mencegah stunting.
SiDika – sidang dispensasi kawin anak di luar Gedung Pengadilan Agama dengan konsep ramah anak, sehingga memberi kesempatan anak berpikir kembali untuk menunda perkawinan.
Paling Peka – pelayanan konseling parenting dan keluarga bagi pasangan.
Daycare Tamasya – kerja sama DP3AP2KB dengan TPA pemerintah dan swasta untuk meningkatkan pengetahuan pengasuh serta memberikan konseling parenting bagi orang tua.
B. Inovasi Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana
Kulaling – layanan edukasi produk KB sekaligus layanan KB hingga tingkat desa.
Ceting Nasiku – program olahan menu sehat cegah stunting untuk keluarga berisiko stunting yang dilaksanakan di setiap desa.
Bupati Rahmat Trianto menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen daerah menciptakan generasi Tanah Laut yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. “Penanganan stunting, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu kerja sama semua pihak,” tegasnya.
Hj. Dian Rahmat Trianto menambahkan pentingnya pemberdayaan keluarga, khususnya ibu, sebagai kunci keberhasilan program ini.



