Banjarbaru – Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Tingkat Kota Banjarbaru dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 Resmi Dicanangkan, Selasa (19/8/2025).
Program ini dikaitkan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk pengendalian penyakit tidak menular (PTM) prioritas.
Asisten III Wali Kota Banjarbaru, Hj. Rahmah Khairita, dalam kesempatan tersebut menegaskan pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya berlangsung pada pencanangan kali ini, melainkan tersedia setiap saat di 10 puskesmas yang tersebar di Kota Banjarbaru.
“Jadi bukan hanya di kegiatan hari ini. Silakan masyarakat datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dan itu gratis semuanya,” ujarnya.
Menurut Rahmah, pemeriksaan rutin sangat penting untuk deteksi dini penyakit tidak menular sehingga tindakan medis bisa dilakukan lebih cepat. Ia juga menekankan layanan kesehatan gratis ini berlaku untuk seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, remaja, ibu hamil, hingga lansia.
“Harapannya dengan masyarakat rutin periksa, angka stunting menurun, gizi buruk berkurang, remaja anemia juga bisa dikurangi. Semua bisa dicek, dari bayi sampai lansia, dan semuanya gratis,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, menjelaskan meski pencanangan dilakukan saat HUT RI, program PKG sebenarnya sudah berjalan sejak Februari 2025.
“Pelaksanaannya sudah dari Februari. Jadi masyarakat tidak harus menunggu momentum tertentu, silakan kapan saja datang ke puskesmas,” ungkapnya.
Namun, ia juga mengakui capaian partisipasi masyarakat masih rendah.
“Baru sekitar 3 persen yang sudah memanfaatkan layanan ini. Jadi memang kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Harapan kami, dengan adanya pencanangan ini, masyarakat lebih antusias melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
dr. Juhai juga menegaskan tujuan dari program ini adalah screening sejak dini agar masyarakat yang sehat tetap bisa mempertahankan kesehatan, sedangkan bagi yang sudah memiliki penyakit, kondisinya dapat dikendalikan untuk mengurangi risiko komplikasi maupun angka kematian.
“Dengan adanya PKG, yang sehat bisa tetap sehat, dan yang sudah punya penyakit bisa lebih terkendali,” pungkasnya.

