BANJARMASIN – Pengendara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.
Kondisi ini terjadi dalam dua pekan terakhir dan membuat sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal demi memenuhi kebutuhan kendaraan mereka.
Situasi itu terlihat di SPBU Jalan Adhyaksa, Banjarmasin, pada Kamis (20/11/2025) siang, lokasi pengisian tampak sepi, sementara pengendara yang datang hanya berhenti sejenak sebelum pergi setelah diberi tahu bahwa stok Pertamax dan Pertamax Turbo sedang kosong.
Slamet Riyadi, salah satu pengendara, mengaku sudah berkeliling ke beberapa SPBU namun tetap tidak mendapatkan Pertamax.
“Sudah hampir dua minggu saya susah sekali cari Pertamax. Sudah ke banyak SPBU, tapi kosong semua. Terpaksa kadang beli eceran meski lebih mahal,” keluhnya.

Menurutnya, kelangkaan ini menyulitkan pengendara yang terbiasa menggunakan BBM non-subsidi demi menjaga kondisi mesin kendaraan.
“Kalau pakai BBM lain takutnya kurang cocok untuk mesin motor saya,” tambahnya.
Sementara itu, pengawas SPBU Adhyaksa, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa peningkatan permintaan menjadi salah satu penyebab cepat habisnya stok Pertamax.
“Permintaan Pertamax naik sekitar 20 sampai 30 persen. Biasanya kami menjual 6.000 liter per hari, sekarang 8.000 liter habis setiap hari,” jelas Wahyu.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang belum jelas sumbernya terkait kualitas maupun distribusi BBM.
“BBM yang disalurkan sudah melalui pemeriksaan sesuai prosedur. Kalau ada kendala pada kendaraan, silakan datang ke SPBU bawa struk atau bukti pembelian untuk kami tindak lanjuti,” ujarnya.


