Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan, Kasdam Tutup Pendidikan Tamtama TNI AD
HABARKALIMANTAN – BANJARBARU – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura/VI Mulwarman resmi menutup Pendidikan Tamtama TNI AD yang diproyeksikan untuk memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Penutupan ini menjadi langkah strategis dalam mengawal pembangunan di daerah pelosok dan perbatasan.
Dalam kesempatannya usai upacara penutupan, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiono menekankan bahwa para prajurit muda ini telah disiapkan secara fisik dan mental untuk menghadapi tantangan geografis Kalimantan yang didominasi hutan dan sungai besar.
“Penutupan pendidikan ini adalah momentum penting. Kita tidak hanya menyiapkan prajurit yang siap tempur, tetapi juga prajurit yang adaptif terhadap karakter sosial budaya masyarakat lokal. Batalyon Teritorial Pembangunan adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah terpencil dan rawan bencana,” ujar Kasdam.

Menghadapi tantangan keamanan modern yang semakin kompleks, Kasdam menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan Tamtama kini terus dikembangkan. Fokus utama tidak hanya pada penguasaan senjata dan ketangkasan fisik, tetapi juga pada kemampuan teritorial.
Prajurit dilatih untuk memiliki kepekaan sosial agar mampu melakukan pendekatan yang humanis saat bertugas di wilayah binaan nantinya.
“Adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci agar mereka mampu menjawab dinamika di lapangan,” tambahnya.
Kepada para Tamtama Remaja, Kasdam memberikan instruksi khusus agar mereka selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Ia juga menegaskan bahwa prajurit yang tergabung dalam Batalyon Teritorial Pembangunan harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.
“Saya minta kalian jangan hanya disiplin secara profesional, tapi harus mampu menjadi solusi bagi rakyat. Bangun komunikasi yang baik dan pahami kondisi sosial budaya setempat. Kekuatan pertahanan sejati kita berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegas Kasdam menutup keterangannya.

