PLN Siaga Amankan Listrik di Wilayah Terdampak Banjir
HABARKALIMANTAN – Pelaihari — PT PLN (Persero) melalui PT PLN (Persero) ULP Pelaihari memastikan jaringan listrik milik PLN masih dalam kondisi aman di tengah potensi banjir di sejumlah wilayah. Meski demikian, masyarakat diimbau waspada terhadap instalasi listrik di dalam rumah yang berisiko terdampak genangan air.
Hal tersebut disampaikan dalam wawancara di kantor PLN ULP Pelaihari bersama Ryan Marko P, Manager ULP Pelaihari, dan Joko Raharjo, Pejabat K3LK (Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan & Keamanan), Rabu (7/1/2026). PLN menjelaskan, secara teknis peralatan PLN relatif aman karena dipasang di atas permukaan tanah.
“Peralatan PLN aman hingga titik KWH meter. Setelah itu, instalasi listrik di dalam rumah menjadi tanggung jawab pemilik,” ujar Ryan Marko P.
PLN mengimbau warga untuk mematikan MCB pada meteran listrik saat banjir jika keadaan dirasa darurat guna mencegah korsleting dan kebakaran. Warga juga disarankan menghindari penggunaan stop kontak bercabang yang berpotensi menimbulkan beban berlebih.
Dari sisi teknis, PLN terus memantau kenaikan muka air. Jika air mendekati batas bahaya, pemadaman dilakukan secara terukur per panel atau gardu sehingga dapat berdampak ke beberapa RT. Pengawasan difokuskan pada jaringan tegangan menengah 20.000 volt dengan jarak aman sekitar 40 sentimeter hingga 1 meter.
Ryan juga menyampaikan tim teknis PLN ULP Pelaihari rutin melakukan patroli di lokasi rawan banjir. Sejumlah panel dan trafo telah diangkat sebagai langkah antisipasi berdasarkan pengalaman banjir sebelumnya.
“Pengangkatan dilakukan sebagai pencegahan. Setelah air surut dan kondisi aman, peralatan akan dipasang kembali,” jelasnya.
Selain aspek teknis kelistrikan, Joko Raharjo juga menambahkan himbauan kepada masyarakat untuk saling menjaga keselamatan anggota keluarga masing-masing, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, serta menghindari aktivitas berisiko di sekitar genangan air selama banjir.
PLN memastikan hingga saat ini kondisi kelistrikam masih dinilai aman meski terdapat kenaikan air di beberapa titik. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengutamakan keselamatan bersama.

