Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 29,9 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama, Nilainya Fantastis Rp69 Miliar!
BANJARBARU – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mencetak prestasi gemilang dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kali ini, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba skala besar yang terafiliasi dengan jaringan internasional Fredy Pratama.
Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, terungkap bahwa total barang bukti yang disita mencapai 29,9 kilogram sabu dan 15.056 butir ekstasi.
“Pengungkapan ini dilakukan pada Jumat, 20 Maret kemarin, tepat saat kita memasuki bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di hadapan awak media, pada Selasa (24/02/26).
Penyergapan dilakukan di halaman Hotel Amaris, Jalan A.S. Nasution, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Petugas berhasil mengamankan seorang tersangka pria berinisial IW.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, IW merupakan seorang residivis dalam kasus narkoba di Kalimantan Selatan. Pelaku diketahui membawa barang haram tersebut dari Kalimantan Barat melalui jalur darat menuju Banjarmasin.
“Barang ini dibawa dari Palangkaraya (Kalteng) melalui jalur darat. Rencananya, setibanya di Banjarmasin, barang akan dipecah dan dibagikan kepada bandar-bandar lokal,” jelas Kapolda.
Keberhasilan ini diklaim menyelamatkan ribuan nyawa dari bahaya narkotika. Secara ekonomi, total nilai barang bukti tersebut sangat fantastis.
Total Nilai Barang Bukti: Hampir mencapai Rp69 Miliar jika dikonversi ke rupiah.
Upah Kurir: Tersangka IW mengaku dijanjikan upah sebesar Rp15 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diantar.
Terkait target peredaran, Kapolda menyebutkan bahwa narkoba ini rencananya akan disuplai ke tempat-tempat hiburan malam.
“Sebagian besar ditujukan untuk tempat hiburan malam di Banjarmasin dan Banjarbaru, meski secara umum menyasar hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel,” tambahnya.
Irjen Pol Rosyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kendur meski di bulan Ramadan. Saat ini, Polda Kalsel tengah melakukan pengembangan lebih lanjut bersama Bareskrim Polri untuk memburu jaringan Fredy Pratama yang statusnya masih buron.
“Kami terus melakukan pengembangan. Jaringan ini sangat terorganisir, namun kami pastikan tidak ada ruang bagi mereka di Kalimantan Selatan,” tandasnya.


