BerandaHabar KotabaruPolres Kotabaru Mediasi Perselisihan...

Polres Kotabaru Mediasi Perselisihan Karyawan di PT SDE, Pastikan Situasi Kembali Kondusif

Terbaru

Polres Kotabaru Mediasi Perselisihan Karyawan di PT SDE, Pastikan Situasi Kembali Kondusif

HABARKALIMANTANKOTABARU – Polres Kotabaru bergerak cepat meredam potensi konflik menyusul viralnya video perselisihan antara Tenaga Kerja Asing (TKA) dan tenaga kerja lokal di area kerja PT SDE, Kelumpang Barat. Melalui langkah mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan pada Senin (2/2).

Mediasi yang berlangsung di Aula PT SDE ini dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Kotabaru, AKP Muhammad Hari Saputro, S.H., M.M., didampingi Kapolsek Kelumpang Barat, Iptu Hendri Ade. Pertemuan tersebut turut disaksikan oleh manajemen PT SDE, perwakilan subkontraktor PT BES, serta aparat desa setempat.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT SDE, Sambas, mengklarifikasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh teguran terkait hasil pekerjaan yang dinilai kurang maksimal. Perbedaan budaya dan cara penyampaian informasi diduga menjadi pemicu kesalahpahaman.

“Masalah ini murni karena perbedaan cara berkomunikasi dan budaya. Kami tegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial mengenai adanya aksi pemukulan atau arogansi yang berlebihan itu tidak sesuai fakta,” jelas Sambas. Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah berdamai dan menandatangani surat pernyataan formal.

Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., melalui Kasat Intelkam menegaskan kehadiran kepolisian bertujuan untuk mencegah isu ini berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

“Kami memastikan kesepakatan damai ini tercatat secara administratif agar memiliki kekuatan hukum. Kami ingin tidak ada lagi spekulasi atau isu liar yang berkembang di tengah masyarakat,” kata AKP Muhammad Hari Saputro.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Kelumpang Barat, Iptu Hendri Ade, memberikan catatan penting bagi manajemen perusahaan. Ia menyarankan agar PT SDE rutin memberikan sosialisasi kepada tenaga kerja asing mengenai budaya dan adat istiadat masyarakat lokal.

“Hal ini penting agar TKA tahu cara bersikap sesuai culture masyarakat setempat sehingga gesekan serupa tidak terulang. Kami juga menyarankan perusahaan lebih aktif mempublikasikan kegiatan positif untuk menangkal pemberitaan negatif atau isu-isu provokatif,” tegas Iptu Hendri Ade.

Saat ini, aktivitas operasional di PT SDE dilaporkan telah kembali normal dan seluruh karyawan bekerja berdampingan seperti biasa.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka