BerandaHabar BanjarbaruProgram Genting di Banjarbaru:...

Program Genting di Banjarbaru: Intervensi Stunting Berbasis Gotong Royong

Terbaru

Banjarbaru – Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kota Banjarbaru, Minggu (14/9/2025), menyoroti salah satu Quick Win andalan BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting). Program berbasis gotong royong ini menyasar keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia di bawah dua tahun (baduta).

Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan dan Kerja Sama Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa di Banjarbaru terdapat 448 keluarga berisiko stunting yang menjadi target intervensi program Genting.

“Gerakan ini menekankan pada kebersamaan. Intervensi tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi bisa dilakukan secara gotong royong. Masyarakat, tokoh, maupun organisasi bisa turut serta membantu keluarga berisiko stunting di lingkungannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan dari program Genting terbagi menjadi dua jenis. Prioritas utama adalah pemenuhan nutrisi, bedah rumah, renovasi jamban layak, hingga renovasi dapur. Sedangkan dukungan tambahan berupa edukasi bagi keluarga penerima manfaat.

“Kami yakin untuk edukasi akan tercapai 100 persen. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan intervensi berupa nutrisi, rumah layak huni, dan kebutuhan lainnya. Dengan gotong royong, kami optimis 448 sasaran di Banjarbaru bisa terpenuhi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana SAB., MM., turut hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis berupa makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Bantuan tersebut diharapkan dapat langsung mendukung penanganan keluarga berisiko stunting di Banjarbaru.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Nantinya bisa juga menyasar keluarga dengan risiko stunting yang membutuhkan. Saya berharap langkah kecil ini berkesan dan mampu memberi kontribusi dalam menurunkan angka stunting di Banjarbaru,” tuturnya.

Selain bantuan nutrisi, Mariana juga menekankan pentingnya edukasi kepada keluarga penerima. Menurutnya, pengetahuan tentang pola asuh, gizi, dan kesehatan akan memberi dampak jangka panjang dalam upaya pencegahan stunting.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka