Program Sister Hospital Dorong RSD Idaman Banjarbaru Tingkatkan Layanan KIA Menuju Standar Paripurna
Banjarbaru — Program pengampuan layanan kesehatan melalui skema sister hospital menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Banjarbaru.
Tenaga ahli bidang neonatologi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, menegaskan layanan KIA menjadi salah satu prioritas nasional dalam transformasi sektor kesehatan.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah layanan prioritas yang harus diperkuat, terutama yang berkaitan dengan angka kematian dan dampaknya terhadap masyarakat.
“Kalau jantung, stroke, dan kanker itu untuk masa kini. Tapi ibu dan anak ini untuk masa depan. Kalau ibu dan bayi tidak tertangani dengan baik, maka akan berdampak pada keberlangsungan keluarga dan generasi ke depan,” ujarnya, Senin (06/04/2026).
Ia menjelaskan, konsep pengampuan bertujuan untuk mendampingi rumah sakit daerah agar mampu meningkatkan kapasitas layanan sesuai standar nasional, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, hingga sistem manajemen.
“Pengampuan itu artinya pusat datang melihat kondisi daerah, lalu membantu apa yang masih kurang. Bisa dari tenaga dokter, perawat, hingga sistem pelayanan,” jelasnya.
Dalam konteks RSD Idaman Banjarbaru, Prof. Rinawati menilai rumah sakit tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi fasilitas layanan dengan kategori lebih tinggi.
“Kalau dilihat, ini sebenarnya sudah mendekati kategori utama. Tinggal dilengkapi dan dikembangkan lagi agar bisa menuju paripurna,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan klasifikasi layanan sangat penting, tidak hanya untuk kualitas pelayanan, tetapi juga berkaitan dengan dukungan pembiayaan dan fasilitas dari pemerintah.
“Kalau masih di level menengah, dukungan alat dan pembiayaan juga terbatas. Tapi kalau sudah utama atau paripurna, fasilitas akan lebih lengkap dan pelayanan meningkat,” ungkapnya.
Program sister hospital sendiri, lanjutnya, merupakan bentuk kolaborasi antara rumah sakit pusat dengan daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan.
“Prinsipnya sederhana, rumah sakit daerah menyampaikan kebutuhan, lalu kami bantu. Apa yang kurang, itu yang kita lengkapi, baik SDM, alat, maupun sistemnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah. Menurutnya, kualitas pelayanan harus mampu membuat masyarakat yakin untuk berobat di daerah sendiri tanpa harus keluar kota.
“Kalau layanannya sudah baik, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat. Itu yang harus kita capai,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan layanan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak cepat berpuas diri.
“Bangun terus sesuai kebutuhan zaman. Jangan cepat puas, karena pelayanan kesehatan harus terus berkembang,” tutupnya.
