HABARKALIMANTAN, RANTAU – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Minggu (1/3/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita itu menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan sejumlah fasilitas umum terdampak.
Bencana angin puting beliung tersebut melanda Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, M. Nor, melalui laporan Pusdalops-PB, membenarkan kejadian tersebut.
“Berdasarkan laporan yang masuk dan hasil groundcheck tim di lapangan, angin kencang menyebabkan sebagian atap rumah warga rusak serta pohon tumbang yang mengenai beberapa rumah,” ujarnya.
Di Desa Pualam Sari, kerusakan atap rumah terjadi di sejumlah blok, antara lain Blok P, E, D, I dan Q. Selain itu, beberapa rumah juga tertimpa pohon tumbang.
Tak hanya rumah warga, fasilitas umum seperti atap parkiran masjid, klinik bidan desa dan pos kamling turut mengalami kerusakan.
Sementara di Desa Mekar Sari, puluhan rumah warga di RT 001 hingga RT 004 dilaporkan mengalami kerusakan atap. Satu rumah di RT 004 juga terdampak pohon tumbang.
“Jenis bangunan yang terdampak rata-rata semi permanen. Untuk sementara rumah belum diperbaiki karena perlu penanganan lanjutan,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah laporan diterima pada Senin (2/3/2026) dini hari, Tim TRC, Satgas dan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin langsung turun ke lokasi.
Penanganan dilakukan bersama Satpol PP Damkar Tapin, pemerintah setempat serta warga sekitar dengan melakukan pendataan dan pembersihan pohon tumbang yang menimpa rumah.
“Pohon yang mengenai sebagian rumah warga sudah dibersihkan. Untuk total kerugian masih dalam proses koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya,” tambah M. Nor.
Dari informasi warga, cuaca ekstrem sebenarnya sudah terjadi sejak sore hari sekitar pukul 16.37 Wita, dengan curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang yang terus berlanjut hingga malam.
BPBD Tapin mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
“Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.
Meski diterpa bencana, semangat gotong royong warga Binuang terlihat kuat. Bersama aparat dan relawan, mereka bahu-membahu membersihkan puing dan memastikan lingkungan kembali aman.


