BerandaHabar BanjarbaruRakernas LAZISMU 2026 Resmi...

Rakernas LAZISMU 2026 Resmi Dibuka di Banjarbaru, Bahas Strategi Nasional Pengelolaan Zakat dan Pengentasan Kemiskinan

Terbaru

Banjarbaru — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026, pada Jum’at (7/11/2025) malam.

Acara pembukaan berlangsung meriah di Venue Utama Expo LAZISMU, Lapangan dr. Murdjani Kota Banjarbaru, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, pejabat daerah, serta pimpinan Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan penampilan orkestra megah dari Murakata Symphony Orchestra dan tari tradisional dari Gandewa Student Art Murakata, yang sukses memukau seluruh tamu undangan dan menambah nuansa kebanggaan akan seni dan budaya lokal Kalimantan Selatan.

Rakernas ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, bersama perwakilan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, DPRD, Forkopimda Kalsel, MUI Kalsel, Kemenag, para kepala daerah, hingga pimpinan universitas Muhammadiyah.
Hadir pula perwakilan Gubernur Kalimantan Selatan, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Ketua Dewan Pengawas Syariah LAZISMU, dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia.

Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menjelaskan Rakernas kali ini merupakan agenda tahunan strategis yang membahas evaluasi dan arah kebijakan nasional lembaga zakat Muhammadiyah untuk tahun mendatang.

“Rakernas ini menjadi forum untuk pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2026, penetapan indikator kinerja layanan nasional, dan target penghimpunan dana zakat,” ujarnya saat diwawancarai usai acara (7/11/2025).

Mujadid menyebutkan, target penghimpunan LAZISMU tahun 2025 mencapai Rp533 miliar, dan di tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi Rp800 miliar.
Peningkatan tersebut didorong oleh program yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, terutama di sektor pendidikan, dakwah sosial, lingkungan, dan kesehatan.

“Kami konsen pada isu kemanusiaan dan lingkungan, dengan semangat akuntabilitas sebagai lembaga zakat modern. Kami juga menyambut program nasional pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dari bawah,” jelasnya.

Menurutnya, semangat ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, dengan menumbuhkan kemandirian ekonomi umat.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah LAZISMU yang dinilai berhasil menjadi lembaga filantropi modern dan terpercaya.

“Kami di Kementerian Pendidikan sangat mendukung langkah-langkah kolaboratif seperti ini. LAZISMU telah membuktikan diri sebagai lembaga filantropi modern yang profesional dan terpercaya. Bahkan, selama tujuh tahun berturut-turut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya saat diwawancarai usai acara (7/11/2025).

Fajar menilai kiprah LAZISMU tidak hanya membantu dalam sektor ekonomi dan sosial, tetapi juga mendukung cita-cita nasional dalam membangun masyarakat berpendidikan dan berdaya saing tinggi.

“Gerakan zakat dan filantropi seperti ini harus terus dikembangkan. Karena pada dasarnya, persoalan bangsa ini tidak bisa diatasi sendiri. Pemerintah dan masyarakat perlu berjalan bersama, dan LAZISMU adalah contoh nyata kolaborasi itu,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka