BerandaHabar BanjarRatusan KK di Lutfia...

Ratusan KK di Lutfia Tunggal Terjebak Banjir Berkepanjangan

Terbaru

Ratusan KK di Lutfia Tunggal Terjebak Banjir Berkepanjangan

HABARKALIMANTANMARTAPURA – Genangan air di Komplek Lutfia Tunggal, Kelurahan Sungai Sipai, seolah enggan beranjak. Hingga Selasa (13/1/2026), bencana musiman ini masih mengepung permukiman dan berdampak langsung pada kehidupan sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di wilayah RT 14.

​Salah seorang warga mengungkapkan bahwa banjir di wilayah tersebut sudah terjadi jauh sebelum peringatan 5 Rajab (Haul).

​”Sebelum Haul sudah banjir, Pak. Saat ini memang sudah agak surut di titik tertentu, tetapi kalau masuk ke dalam lagi, airnya masih dalam,” ujar warga tersebut.

​Ketua RT 14, Bambang, menuturkan bahwa debit air belum memperlihatkan penurunan berarti sejak mencapai puncaknya pada akhir Desember lalu, tepatnya tanggal 27-28 Desember 2025. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya fasilitas pengungsian terpusat, sehingga warga harus berinisiatif mencari tempat perlindungan sendiri.

​”Kita tidak punya posko pengungsian, jadi warga kebanyakan mengungsi ke rumah keluarga anak atau sanak famili . Untuk warga yang masih bertahan di rumah, kami rutin membagikan nasi bungkus setiap siang yang disuplai dari dapur umum Dinas Sosial,” jelas Bambang.

​Selain merendam hunian dalam durasi lama, banjir ini memukul telak sektor perekonomian warga. Terganggunya akses jalan utama komplek ,sehingga membuat mobilitas terhenti total, mematikan aktivitas usaha mikro yang menjadi tumpuan hidup sebagian warga.

​”Jujur sedih melihatnya. Kasihan warga, pergerakan ekonomi terhambat dan usaha mikro terganggu. Perekonomian rasanya lumpuh karena akses keluar masuk susah,” keluhnya.

​Mewakili warganya, Bambang mendesak Pemerintah Kabupaten Banjar untuk tidak sekadar memberikan bantuan logistik, tetapi segera merealisasikan solusi permanen. Pihak RT menyoroti dua masalah krusial yang perlu atensi segera, yakni buruknya sistem drainase komplek dan perlu adanya pengerukan sungai dan anak sungai secara berkala yang mengalami pendangkalan.

​”Harapan kami pemerintah memperhatikan perbaikan drainase dan melakukan pengerukan sungai secara berkala agar banjir tidak merendam hingga berbulan-bulan,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka