Rem Tangan Diduga Tak Kuat, Bus Rombongan Wisatawan HST Terperosok ke Jurang Tahura
MARTAPURA — Niat hati menikmati akhir pekan, rombongan wisatawan asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), justru mengalami nasib naas pada Sabtu (7/2/2026) malam. Minibus Elf dengan nomor polisi DA 7647 HB yang mereka tumpangi tergelincir dan jatuh ke jurang di kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kendaraan tersebut dilaporkan terbalik hingga berjarak sekitar 20 meter dari bibir jalan di area yang memang dikenal memiliki kontur perbukitan terjal.
Kabar mengenai insiden ini pertama kali masuk ke telinga petugas sekitar pukul 19.46 WITA. Laporan dari relawan di lokasi menyebutkan kondisi bus yang terbalik dan urgensi bantuan evakuasi segera.
Merespons situasi darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar segera memobilisasi timnya. M Kasyaf R, Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, mengonfirmasi pergerakan cepat anggotanya.
“Sebanyak delapan personel bersama satu unit Fire Truck Kajama Merah dan satu unit Kajama Rescue langsung diterjunkan ke lokasi,” ujarnya pada Minggu (8/02/2026).
Ketika tim penyelamat tiba, relawan setempat ternyata telah lebih dulu mengevakuasi pengemudi dan sebagian penumpang. Sang sopir dilaporkan selamat dalam insiden ini.
Berdasarkan data awal yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa ini bermula saat bus sedang diparkir di area paralayang. Namun, posisi parkir tersebut berubah menjadi petaka.
“Dugaan sementara, rem tangan kendaraan tidak mampu menahan posisi bus saat parkir, sehingga kendaraan bergerak mundur dan akhirnya masuk ke jurang,” jelas Kasyaf.
Tragisnya, saat kendaraan meluncur mundur, masih terdapat enam penumpang perempuan di dalam kabin. Keenamnya mengalami luka-luka, di mana dua orang harus dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura karena mengalami cedera kepala, kaki, dan muntah-muntah. Sementara itu, empat korban lainnya dibawa ke RS Permata Husada untuk perawatan.
Proses evakuasi bangkai bus dan korban berlangsung dramatis di tengah kegelapan malam dan medan yang curam. Operasi ini melibatkan kerja sama tim gabungan dari DPKP, BPBD, PMI, Emergency Banjar Response (EBR), Regaz, kepolisian, serta relawan lintas wilayah.
“Evakuasi kendaraan memakan waktu lebih dari dua jam dan berhasil dilakukan sekitar pukul 22.15 WITA,” kata Kasyaf menutup keterangannya.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tunggal tersebut.


