SAMARINDA. Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik bersama unsur kepala OPD melakukan peninjauan di Stadion Utama Palaran. Hal inipun dilakukan, untuk melihat tahaoan renovasi dan sejumlah perbaikan yang tengah berjalan.
Diketahui, stadion kebanggaan Urang Kaltim pada PON 2008 lalu ini sudah terbengkalai. Apalagi semenjak Kaltim devisit anggaran beberapa periode belakang. Sehingga, kesan tak terurus dan bak Stadion berhantu seperti disebutkan masyarakat dari luar Kaltim.
Belakangan, Stadion besar ini, kembali mendapat perhatian Pemprov Kaltim. Sejumlah renovasi pun tengah dilakukan. Apalagi disebut stadion ini akan menjadi Home Base bagi Borneo FC yang dibanggakan warga Benua Etam.
Namun Akmal mengaku ada kendala dalam merevitalisasi Stadion Palaran, karena aset tanahnya milik Kota Samarinda, tetapi infrastrukturnya punya Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Ini harus kita bicarakan dengan Kota Samarinda. Kita tidak usah berdebat statusnya. Terpenting, bagaimana kita memfungsikan venue olahraga ini, sehingga kita bisa memacu prestasi olahraga Kalimantan Timur,” ucapnya kepada awak media.
Keberadaan Stadion Utama Palaran ini, menurut Akmal bisa menjadi lokasi multi event, selain olahraga juga event lainnya yang bisa mendatangkan pendapatan bagi Kaltim.
“Tapi utamanya, kita akan pikirkan dulu status dan bagaimana pengelolaannya kedepan. Saya berharap dukungan semua pihak. Mudah-mudahan stadion ini bisa kita fungsikan lebih optimal, setelah kita bereskan persoalan administrasinya,” jelasnya.
Untuk pengerjaan revitalisasinya, lanjutnya akan dilaksanakan pertengahan Maret mendatang, karena masih menunggu appraisalnya.
Sebab menurut Akmal tidak semua dilakukan revetalisasi, karena asetnya harus diclearkan, minimal bisa difungsikan untuk kegiatan olahraga.
Termasuk home base Borneo FC, ataupun kegiatan lain yang mendatangkan kebaikan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kita bangga dengan stadion ini. Untuk itu dibenahi segera. Jangan sampai punya aset bagus, tapi tidak bermanfaat,” tutupnya.
