BANJARBARU – Renovasi Kolam Renang Idaman Banjarbaru senilai Rp5,9 miliar menuai sorotan. Ketua LSM SAKUTU, H. Aliansyah, mempertanyakan hasil proyek yang dinilai sederhana dibandingkan anggarannya.
“Kalau betul Rp5,9 miliar digunakan, masyarakat perlu tahu item pekerjaan secara detail. Karena yang terlihat hanya perbaikan kolam, pagar, tribun, dan sedikit pembenahan area,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, proyek bernilai hampir Rp6 miliar seharusnya menghasilkan manfaat lebih besar. Ia bahkan menduga ada potensi pemborosan dan mendorong lembaga pengawas ikut turun tangan.
PUPR: Rehabilitasi Dilakukan Bertahap
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru, Nina Aphrodita, menegaskan pekerjaan ini memang bertahap. Dalam wawancara di kantornya, Selasa (9/9/2025), ia menyebut tahap pertama sudah dikerjakan 2024 dengan anggaran Rp5,9 miliar.
“Pekerjaan meliputi rehabilitasi kolam utama, kolam latihan, dan kolam persiapan yang bisa difungsikan sebagai kolam syar’i. Tahap kedua belum bisa langsung jalan karena mungkin dari APBD tidak menunjang untuk melakukan itu karena ada pekerjaan lain yang lebih prioritas, tapi InsyaAllah dilanjutkan tahun depan,” ujarnya.
Kolam Latihan Tipe C
Menanggapi sorotan soal kolam latihan, Nina menjelaskan kolam tersebut sudah sesuai standar. “Kolam latihan tidak dipasang starting block karena hanya untuk latihan, bukan pertandingan. Kolam itu tipe C dengan ukuran 20 x 10 dan kedalaman 1,5 meter, sesuai standar satuan renang,” katanya.
Berdasarkan SNI Perencanaan Teknis Bangunan Kolam Renang, kolam tipe C untuk pemula biasanya berukuran 12,5–16,66 meter (panjang), 7,5–10 meter (lebar), dan 0,6–1,2 meter (kedalaman). Sumber: BSN via Scribd.
Meski lebih besar dari standar minimum, PUPR menyebut desain itu tetap sesuai kebutuhan fungsional.



