Sekolah Rakyat Banjarbaru Khusus Warga Desil 1 & 2, Kelanjutan Program 2026 Tunggu Instruksi Pusat
HABARKALIMANTAN – BANJARBARU – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru memberikan klarifikasi mendalam terkait operasional Sekolah Rakyat yang menjadi tumpuan bagi pendidikan warga prasejahtera. Program ini dikonfirmasi tetap memprioritaskan kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 (miskin dan rentan miskin).
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menjelaskan bahwa instansi pendidikan ini memiliki mekanisme yang berbeda dengan sekolah umum. Tidak ada proses pendaftaran terbuka karena peserta didik ditentukan langsung berdasarkan data kemiskinan pemerintah.
“Sekolah Rakyat ini memang khusus bagi siswa yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Di luar kategori itu tidak bisa masuk. Untuk penerimaan tahun ajaran berikutnya, kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” jelas Rifki, Rabu (14/01/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, melalui pesan singkat pada Kamis (15/01/2026), menegaskan bahwa kriteria penerima manfaat sangat ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Sekolah Rakyat memang didedikasikan sepenuhnya bagi warga yang tidak mampu,” tegas Rokhyat.

Mengenai kelanjutan program untuk tahun ajaran baru 2026, Rokhyat mengaku pihaknya belum bisa melangkah lebih jauh karena masih menunggu petunjuk resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
“Hingga saat ini, belum ada petunjuk resmi dari pusat untuk tahun ajaran baru 2026. Pedoman yang kami gunakan saat ini masih mengacu pada ketentuan tahun 2025,” tambahnya.
Sembari menunggu instruksi dari Kemensos, Dinsos Banjarbaru terus memperkuat jalur koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan layanan pendidikan bagi warga rentan tetap terjaga.
“Kami juga intens menjalin koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal pengelolaan Program Sekolah Rakyat ini agar tetap berjalan sesuai koridornya,” tutup Rokhyat.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu inovasi sosial yang diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan di Banjarbaru melalui jalur pendidikan vokasi atau keterampilan bagi anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan.

