BerandaHabar BanjarbaruSekolah Tegaskan Tidak Ada...

Sekolah Tegaskan Tidak Ada Perundungan di SDN 3 Syamsudin Noor, Kejadian Dua Tahun Lalu Hanya Kesalahpahaman

Terbaru

Sekolah Tegaskan Tidak Ada Perundungan di SDN 3 Syamsudin Noor, Kejadian Dua Tahun Lalu Hanya Kesalahpahaman

HabarkalimantanBanjarbaru — Pihak SDN 3 Syamsudin Noor memberikan klarifikasi terkait dugaan perundungan yang disebut terjadi sekitar dua tahun lalu terhadap salah satu siswanya, Muhammad Abidzar.

Setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi menyeluruh, sekolah menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut bukan perundungan, melainkan kesalahpahaman.

Kepala SDN 3 Syamsudin Noor, Subanindro, menjelaskan pihak sekolah langsung melakukan langkah tindak lanjut secara terukur, adil, dan proporsional setelah mencermati pemberitaan yang beredar. Sekolah kemudian melakukan konfirmasi kepada guru kelas, guru GPK, siswa yang bersangkutan, serta pihak orang tua.

“Setelah kami mendengarkan dan melihat pemberitaan, kami langsung melakukan langkah-langkah tindak lanjut secara terukur, adil, dan proporsional. Insya Allah penanganan yang kami lakukan adalah yang terbaik untuk kebaikan kita semua,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Kamis (29/01/2026).

Potret Suasana Wawancara Kepala Sekolah Beserta Guru Kelas SDN 3 Syamsudin Noor, Banjarbaru. (Foto: Istimewa)

Subanindro menegaskan, berdasarkan keterangan guru kelas 4, 5, 6, guru GPK, data administrasi seperti daftar hadir, serta penjelasan dari siswa dan orang tua, tidak ditemukan indikasi perundungan. Ia menyebut Abidzar selama ini tercatat sebagai siswa yang rajin terlihat dari bukti daftar hadir kelas dan tidak mengalami perlakuan yang tidak semestinya di lingkungan sekolah.

“Intinya tidak ada perundungan. Dari data dan informasi guru kelas, anaknya rajin, dan dari keterangan anak juga demikian,” katanya.

Ia menjelaskan, peristiwa yang dipersoalkan bermula dari kejadian tidak disengaja saat seorang siswa bermain pulpen. Tinta dari pulpen tersebut bocor dan mengenai baju beberapa siswa, tidak hanya Abidzar.

“Kejadiannya karena ada anak yang bermain pulpen, digiling-giling, lalu tintanya bocor dan mengenai beberapa teman, termasuk Abidzar. Anak yang bermain pulpen itu juga kami panggil, dan keterangannya sama,” jelasnya.

Sekolah juga melakukan konfirmasi kepada orang tua siswa yang bermain pulpen. Orang tua tersebut membenarkan kejadian itu bersifat tidak disengaja dan bahkan berniat mengganti pakaian yang terkena tinta. Dari komunikasi antar orang tua siswa, disepakati penanganan secara kekeluargaan.

“Orang tua anak yang bermain pulpen bersedia mengganti baju. Alhamdulillah sudah direalisasikan, dijahit, dan difasilitasi oleh sekolah. Tinggal menerima hasilnya saja,” tambah Subanindro.

Sementara itu, wali kelas Abidzar saat masih duduk di kelas 4, Wulan Pujiwati, turut menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan pengetahuannya. Ia menegaskan tidak ada coretan pada baju siswa, melainkan hanya cipratan tinta akibat pulpen yang bocor.

“Waktu itu tidak ada coretan di baju. Bajunya terkena cipratan tinta karena salah satu temannya bermain pulpen, digiling-giling, lalu tintanya muncrat mengenai baju Abidzar, dia sendiri dan beberapa temannya,” ujarnya.

Menurut Wulan, persoalan tersebut telah diselesaikan oleh para orang tua siswa secara kekeluargaan, bahkan tanpa sepengetahuannya sebagai wali kelas pada saat itu. Ia baru mengetahui penyelesaian tersebut dari cerita salah satu siswa yang juga terdampak tinta.

“Kejadian itu terjadi dua tahun lalu, saat kelas 4, dan masalahnya sudah terselesaikan oleh orang tua siswa,” tutupnya.

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat serta menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Hal ini sesuai dengan amanah sedari dulu terkait Perwali Kota Banjarbaru No. 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan bahkan yang terkini yaitu Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka