Banjarbaru — SMP Negeri 9 Banjarbaru menjadi sekolah pertama di kota ini yang menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Sasirangan, binaan Koperasi CU Sumber Sejahtera, Jum’at (3/10/2025).
Program ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya mendukung Eco School dan Adiwiyata, serta mengurangi permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah.
Ketua Komite SMP Negeri 9 Banjarbaru, Lukasari, mengatakan kerjasama ini lahir dari komunikasi antara komite sekolah, pihak sekolah, dan Bank Sampah Sasirangan.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan tidak bisa hanya oleh pihak sekolah saja, perlu melibatkan pihak luar. Jadi kami bekerjasama dengan Bank Sampah Sasirangan agar bisa memilah, memilih, dan ke depannya memanfaatkan sampah menjadi barang berguna bernilai ekonomis,” ujarnya.

Ia menambahkan, SMP Negeri 9 menjadi pilot project yang akan dievaluasi. Jika berjalan baik, maka kerjasama ini akan diperluas ke sekolah lain di Banjarbaru.
“Nanti masing-masing kelas akan mencatat hasil sampah yang ditabung, lalu menjadi pemasukan kas kelas. Jika sukses, program ini bisa disosialisasikan di forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 9 Banjarbaru, Maria Yovita Candra Dewi, menyambut baik kerjasama ini sebagai langkah nyata mengatasi persoalan sampah di sekolah.
“Tujuan kami adalah mengurangi tumpukan sampah, terutama plastik, yang dalam tiga hari saja sudah menumpuk, padahal pengangkutan hanya seminggu sekali. Dengan Bank Sampah, kami harap selain mengurangi, juga bisa memanfaatkan plastik secara lebih ekonomis,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya sekolah sudah menganjurkan siswa membawa tumbler dan tempat makan dari rumah, namun penerapannya belum maksimal.
Pengawas Pembina SMP Negeri 9 Banjarbaru, Fauzi Herlina, menilai kerjasama ini akan membantu mengatasi persoalan yang selama ini belum tertangani efektif.
“Selama ini sampah hanya diangkut dan dibuang. Dengan kerjasama ini, anak-anak akan teredukasi cara mengelola sampah, termasuk bagaimana daur ulang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Manajer CU Sumber Sejahtera, Isra Ul Huda, menjelaskan bahwa program Bank Sampah Sasirangan ini berjalan melalui sistem pamutik atau perwakilan komunitas yang membawahi anggota di wilayah tertentu.
“Salah satu pamutik di Banjarbaru adalah Ibu Lukasari, yang juga Ketua Komite SMP Negeri 9. Dengan sistem ini, anggota bisa mengelola sampah secara terorganisir. Ke depan, tujuan akhirnya adalah peningkatan ekonomi masyarakat dari pengelolaan sampah,” paparnya.


