BerandaHabar Provinsi KalselSorotan Publik Meningkat, Bank...

Sorotan Publik Meningkat, Bank Kalsel Dinilai Lalai Soal Salah Input Dana Rp 5,1 Triliun

Terbaru

Banjarbaru – Pengakuan Bank Kalsel terkait kesalahan penginputan data dana sebesar Rp5,1 triliun yang sempat tercatat atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru terus menuai sorotan tajam. Setelah ditelusuri, dana fantastis itu ternyata milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang disimpan dalam bentuk deposito dan giro di Bank Kalsel.

Pihak bank berdalih, kekeliruan tersebut terjadi akibat kesalahan administrasi saat penginputan kode rekening. Namun, penjelasan itu justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik. Banyak pihak menilai, kesalahan sebesar itu tidak mungkin lolos dari sistem pengawasan internal perbankan.

Seorang pegawai perbankan yang enggan disebut namanya menilai, kemungkinan terjadi “salah input” tanpa terdeteksi nyaris mustahil.

“Dalam sistem perbankan, setiap transaksi wajib melewati proses approve berlapis—mulai dari teller, manajemen, hingga audit dan kepala cabang. Jika ada kesalahan, biasanya langsung dikoreksi hari itu juga,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan, kelalaian seperti itu tidak mungkin dibiarkan berlangsung lama, apalagi menyangkut dana pemerintah dengan nilai mencapai triliunan rupiah.

“Kalau sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak terdeteksi, itu bukan sekadar salah input—itu tanda pengawasan internal yang gagal total,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator LSM Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (SAKUTU), Aliansyah, menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius dan bentuk lemahnya kontrol manajemen Bank Kalsel.

“Semua jajaran direksi, mulai dari direktur utama hingga komisaris dan dewan pengawas, harus dievaluasi bahkan dicopot. Ini bukan kesalahan sepele, ini kelalaian fatal yang merugikan masyarakat Kalsel,” tegasnya.

Aliansyah bahkan menduga ada unsur kesengajaan di balik kekeliruan administrasi itu.

“Salah input sebesar Rp5,1 triliun bukan hal yang wajar. Kami mencium adanya praktik yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk kepentingan tertentu. Kalau kasir salah hitung saja bisa kena sanksi, apalagi ini dana publik triliunan rupiah,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Kalsel belum memberikan penjelasan lanjutan terkait detail mekanisme dan durasi kesalahan penginputan yang memunculkan angka Rp5,1 triliun atas nama Pemkot Banjarbaru.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka