Banjarbaru – Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kota Banjarbaru, Minggu (14/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kalimantan Selatan, Erma Epiyana Hartati, S.Sos., MM., menegaskan Program Bangga Kencana merupakan singkatan dari pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
“Program Bangga Kencana adalah upaya untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga, demi generasi Indonesia yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Banjarbaru menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan program ini di Kalimantan Selatan. Bahkan, pada tahun 2025, Kampung Keluarga Berkualitas berhasil meraih juara tiga tingkat nasional.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa program Bangga Kencana dapat berjalan optimal dengan dukungan mitra kerja. Tahun 2024 lalu, Banjarbaru juga meraih apresiasi sebagai kota dengan capaian keluarga terjangkau program Bangga Kencana tertinggi se-Kalimantan Selatan, yaitu sebesar 85 persen,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program.
“Kami berterima kasih kepada kader posyandu, penyuluh KB, tim pendamping keluarga, serta kader IMP yang menjadi ujung tombak di lapangan. Tak kalah penting, adanya komitmen kuat dari pemerintah kota, khususnya Ibu Wali Kota, menjadi kunci keberhasilan program ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan dan Kerja Sama Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Endras Wari Kusuma Ardhani, S.Psi., M.M., menjelaskan selain program keluarga berencana, terdapat lima Quick Win yang kini tengah dijalankan untuk mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas keluarga.
“Lima Quick Win itu meliputi Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Sidaya atau Lansia Berdaya, serta Akal Imitasi yaitu Aplikasi Konsultasi Keluarga Berbasis AI,” jelasnya.
Menurutnya, melalui gerakan bersama ini, peran keluarga, pemerintah, serta masyarakat dapat bersinergi untuk membentuk lingkungan sehat, ramah anak, dan berdaya bagi seluruh anggota keluarga.
“Intinya adalah gotong royong, bagaimana semua pihak berperan dalam mencegah stunting, mendukung tumbuh kembang anak, memberdayakan lansia, hingga memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk konsultasi keluarga,” tutupnya.



